DLH Cilegon Masih Selidiki Penyebab Ledakan PT MCI, Aktivis Lingkungan Minta Investigasi Transparan

DLH Kota Cilegon masih menyelidiki penyebab ledakan di PT MCI. Aktivis lingkungan Pebrianto mendesak investigasi dilakukan transparan demi keselamatan warga dan lingkungan.

Kamis, 28 Mei 2026 - 21:30 WIB
DLH Cilegon Masih Selidiki Penyebab Ledakan PT MCI, Aktivis Lingkungan Minta Investigasi Transparan
PT MCI di Kota Cilegon masih dalam proses investigasi terkait insiden ledakan yang sempat membuat warga panik. Mahesa Hallonews

HALLONEWS.ID – Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) masih melakukan penyelidikan terkait insiden ledakan yang terjadi di area PT Merak Chemical Indonesia (MCI). Hingga saat ini, penyebab pasti peristiwa tersebut belum dapat dipastikan karena proses investigasi masih berlangsung.

Kepala DLH Kota Cilegon, Sabri Mahyudin mengatakan, pihaknya bersama instansi terkait masih mengumpulkan data dan hasil pemeriksaan di lapangan untuk mengetahui sumber ledakan maupun dampak lingkungan yang ditimbulkan.

Menurut Sabri, kondisi di sekitar kawasan pabrik untuk sementara telah dinyatakan aman setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim terkait, termasuk Unit Kimia, Biologi, Radioaktif dan Nuklir (KBRN) Polri.

“Dari hasil pemantauan sementara, area sekitar dinyatakan aman dan tidak ditemukan indikasi paparan gas berbahaya,” ujar Sabri, Kamis (28/5/2026).

Ia menambahkan, pihak perusahaan juga disebut telah melakukan penanganan terhadap korban terdampak. Tercatat dua orang karyawan dan satu warga sempat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM).

Sementara itu, Public Relations PT MCI, Dimas Saputro membenarkan adanya insiden di area perusahaan. Namun ia menegaskan, manajemen masih melakukan investigasi internal guna memastikan detail kejadian serta sumber ledakan.

“Kami masih melakukan pendalaman dan koordinasi dengan tim teknis terkait penyebab kejadian tersebut,” kata Dimas.

Dimas menjelaskan, semburan asap putih yang terlihat membumbung tinggi usai kejadian diduga berasal dari sistem steam turbine di fasilitas produksi perusahaan. Menurutnya, asap putih tersebut berupa uap air dan bukan material padat berbahaya.

Selain itu, perusahaan juga mengklaim telah melakukan langkah penanganan keselamatan guna memastikan situasi tetap terkendali dan tidak memicu dampak lanjutan bagi masyarakat sekitar.

Atas kejadian tersebut, pihak perusahaan menyampaikan permohonan maaf kepada warga yang sempat panik dan merasa terganggu. Sebagai langkah awal, perusahaan juga disebut telah membagikan masker kepada masyarakat melalui RT dan RW setempat.

Di sisi lain, Aktivis Lingkungan Kota Cilegon, Pebrianto meminta investigasi dilakukan secara terbuka dan menyeluruh agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas terkait insiden tersebut.

Menurutnya, peristiwa ledakan di kawasan industri kimia tidak boleh dianggap sepele karena berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan maupun kesehatan warga sekitar apabila tidak ditangani secara serius.

“Jangan sampai masyarakat hanya diberikan pernyataan aman tanpa penjelasan detail hasil uji lingkungan. Harus ada transparansi agar publik tahu apa yang sebenarnya terjadi,” tegas Pebrianto.

Ia juga meminta pemerintah daerah dan aparat terkait melakukan evaluasi terhadap sistem keselamatan industri di kawasan tersebut guna mencegah kejadian serupa kembali terulang. (esa)