Puslabfor Turun Tangan Selidiki Ledakan di PT MCCI Cilegon, Dua Pekerja Masih Dirawat

Polda Banten bersama Puslabfor Bareskrim Polri masih menyelidiki penyebab ledakan di PT MCCI Kota Cilegon. Dugaan awal mengarah pada kebocoran pipa akibat tekanan suhu tinggi.

Sabtu, 30 Mei 2026 - 20:02 WIB
Puslabfor Turun Tangan Selidiki Ledakan di PT MCCI Cilegon, Dua Pekerja Masih Dirawat
Suasana area PT MCCI Cilegon pasca insiden ledakan masih dipenuhi kabut asap dan penjagaan ketat aparat. Polisi bersama tim forensik terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut. (HalloNews/Mahesa)

HALLONEWS.ID – Penyelidikan kasus ledakan di area PT Merak Chemical Indonesia (MCCI), Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, masih terus dilakukan aparat kepolisian. Hingga Sabtu (30/5/2026), tim dari Polda Banten dan Puslabfor Bareskrim Polri masih berada di lokasi untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sejumlah instalasi produksi di dalam pabrik.

Pantauan di lokasi, area yang diduga menjadi titik munculnya dentuman masih dipasangi garis polisi. Sejumlah personel kepolisian dan tim teknis terlihat melakukan pemeriksaan pada jaringan pipa, mesin produksi, hingga beberapa komponen industri yang diduga mengalami kerusakan saat insiden terjadi.

Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, proses investigasi saat ini difokuskan pada pengumpulan data teknis dan pendalaman keterangan saksi guna memastikan sumber utama ledakan.

“Tim gabungan masih melakukan pemeriksaan secara detail di lokasi kejadian. Sejumlah barang bukti telah diamankan untuk diuji lebih lanjut di laboratorium forensik,” ujar Maruli kepada wartawan, Sabtu (30/5/2026).

Selain melakukan olah tempat kejadian perkara, penyidik juga memeriksa sejumlah pihak yang berada di area pabrik saat kejadian berlangsung. Mulai dari pekerja, petugas keamanan perusahaan, hingga manajemen dimintai keterangan untuk menyusun kronologi lengkap insiden tersebut.

Berdasarkan hasil pendalaman sementara, ledakan terjadi pada Senin (25/5/2026) sekitar pukul 16.00 WIB di salah satu area produksi PTA-1. Saat itu aktivitas operasional perusahaan disebut sedang berlangsung normal sebelum tiba-tiba terdengar suara dentuman keras yang mengejutkan pekerja dan warga sekitar kawasan industri.

Tidak lama setelah suara ledakan terdengar, sistem peringatan darurat perusahaan langsung aktif. Seluruh pekerja kemudian dievakuasi keluar area produksi guna menghindari kemungkinan terjadinya insiden susulan.

Dari hasil analisa awal, polisi menduga insiden dipicu gangguan teknis pada sistem perpipaan industri. Dugaan sementara mengarah pada kebocoran akibat tekanan dan suhu tinggi di dalam instalasi produksi.

“Kami menemukan indikasi awal adanya persoalan teknis pada jalur pipa. Namun untuk penyebab pastinya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik,” kata Maruli.

Penyidik juga masih mendalami kemungkinan adanya faktor lain, termasuk penerapan standar keselamatan kerja dan kondisi teknis mesin produksi sebelum insiden terjadi.

Akibat ledakan tersebut, dua pekerja mengalami luka serius dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Krakatau Medika. Kondisi keduanya dilaporkan masih dalam pemantauan tim medis.

Sementara itu, aparat Brimob Polda Banten turut diterjunkan untuk membantu pengamanan dan sterilisasi area pabrik. Polisi memastikan situasi di sekitar lokasi saat ini dalam kondisi aman dan tidak ditemukan adanya penyebaran zat berbahaya ke lingkungan sekitar.

Polda Banten mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dipastikan kebenarannya terkait insiden ledakan tersebut. (esa)