Survei Meleset! Kandidat Kanan Kolombia Bikin Kejutan Besar, Pertarungan Sengit Putaran Kedua Tak Terhindarkan
Pemilu Presiden Kolombia 2026 menghadirkan kejutan besar setelah kandidat sayap kanan Abelardo de la Espriella unggul pada putaran pertama. Hasil ini membuka pertarungan sengit melawan Iván Cepeda di putaran kedua.

HALLONEWS.ID – Pemilihan Presiden Kolombia 2026 menghadirkan kejutan politik yang mengguncang peta kekuatan nasional.
Kandidat sayap kanan Abelardo de la Espriella berhasil keluar sebagai peraih suara terbanyak pada putaran pertama, mengungguli kandidat kiri Iván Cepeda yang sebelumnya difavoritkan sejumlah survei.
Hasil tersebut membuat de la Espriella dan Cepeda melaju ke putaran kedua yang akan digelar pada 21 Juni 2026.
Persaingan keduanya diperkirakan berlangsung ketat karena mewakili dua arah politik yang sangat berbeda bagi masa depan Kolombia.
Keberhasilan de la Espriella menjadi sorotan utama karena ia bukan figur politik tradisional. Dikenal sebagai pengacara pidana yang kerap tampil di media, ia berhasil membangun citra sebagai sosok anti-establishment yang menawarkan pendekatan tegas terhadap masalah keamanan dan kriminalitas.
Selama kampanye, de la Espriella menempatkan isu keamanan publik sebagai prioritas utama. Ia menjanjikan langkah keras terhadap kelompok bersenjata, kartel narkoba, serta jaringan kejahatan yang selama bertahun-tahun menjadi tantangan besar bagi Kolombia.
Di sisi lain, Iván Cepeda membawa agenda keberlanjutan kebijakan Presiden Gustavo Petro. Senator berhaluan kiri tersebut menekankan pentingnya reformasi sosial, pengurangan kesenjangan ekonomi, serta penguatan proses perdamaian dengan kelompok-kelompok yang terlibat konflik bersenjata.
Kejutan hasil putaran pertama ini memicu diskusi luas di kalangan pengamat politik. Banyak analis menilai kemenangan sementara de la Espriella menunjukkan adanya pergeseran preferensi pemilih yang semakin mengutamakan isu keamanan dibandingkan agenda sosial.
Selain itu, hasil pemilu juga menjadi sinyal bahwa sebagian masyarakat mulai mencari alternatif di luar elite politik tradisional.
Fenomena tersebut terlihat dari meningkatnya dukungan terhadap figur yang menawarkan perubahan cepat dan pendekatan yang lebih tegas terhadap berbagai persoalan nasional.
Meski demikian, jalan menuju kursi presiden masih panjang. Putaran kedua diperkirakan akan menjadi arena perebutan suara pemilih moderat yang sebelumnya mendukung kandidat lain.
Kelompok inilah yang diyakini akan menentukan siapa pemimpin Kolombia untuk periode berikutnya.
Sejumlah pengamat menilai Cepeda masih memiliki peluang besar jika mampu memperluas basis dukungan di luar pemilih kiri tradisional.
Sementara itu, de la Espriella harus mempertahankan momentum kemenangan sekaligus meyakinkan pemilih bahwa program-programnya dapat diwujudkan secara realistis.
Dengan perbedaan visi yang tajam antara kedua kandidat, putaran kedua Pemilu Presiden Kolombia 2026 diperkirakan jadi salah satu kontestasi politik paling menentukan dalam beberapa tahun terakhir.(wib)
