Israel Gempur Kota Tyre, Ribuan Warga Lebanon Mengungsi

Israel melancarkan serangan udara ke Kota Tyre di Lebanon selatan setelah mengeluarkan perintah evakuasi massal. Sedikitnya delapan orang tewas dan puluhan lainnya terluka.

Selasa, 9 Juni 2026 - 23:55 WIB
Israel Gempur Kota Tyre, Ribuan Warga Lebanon Mengungsi
Militer Israel melancarkan serangan udara ke Kota Tyre (Sour), Lebanon selatan (X The Chradle Media for Hallonews)

HALLONEWS.ID – Militer Israel melancarkan serangan udara ke Kota Tyre (Sour), Lebanon selatan, Selasa (9/6/2026), setelah mengeluarkan perintah evakuasi besar-besaran kepada seluruh penduduk kota.

Serangan tersebut menewaskan sedikitnya delapan orang dan melukai puluhan lainnya, sekaligus memicu gelombang pengungsian baru di wilayah tersebut.

Tyre merupakan salah satu kota terbesar di Lebanon selatan dan dikenal sebagai situs bersejarah yang masuk dalam daftar Warisan Dunia UNESCO.

Sebelum serangan dimulai, militer Israel mengeluarkan peringatan agar seluruh warga segera meninggalkan kota karena operasi militer akan dilakukan terhadap sasaran yang disebut terkait dengan kelompok Hizbullah.

Laporan dari lapangan menunjukkan ledakan dahsyat mengguncang sejumlah kawasan permukiman. Asap tebal membubung dari lokasi yang terkena serangan, sementara tim penyelamat dan petugas medis berupaya mengevakuasi korban dari reruntuhan bangunan yang hancur.

Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan jumlah korban kemungkinan masih dapat bertambah karena proses pencarian masih berlangsung.

Menurut otoritas Israel, operasi tersebut menyasar lokasi yang diduga digunakan oleh anggota Hizbullah. Namun, pemerintah Lebanon dan berbagai organisasi kemanusiaan menilai serangan itu berisiko menimbulkan korban sipil yang lebih besar karena dilakukan di kawasan padat penduduk.

Situasi di Tyre semakin mencekam setelah ribuan warga berbondong-bondong meninggalkan kota menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi darurat. Media Lebanon melaporkan sejumlah tim pertahanan sipil membantu mengevakuasi warga lanjut usia dan kelompok rentan menuju lokasi yang dianggap lebih aman.

Organisasi kemanusiaan internasional, termasuk Doctors Without Borders (MSF), mengaku terpaksa menghentikan sebagian layanan kesehatan di wilayah tersebut karena alasan keamanan. Kondisi ini dikhawatirkan akan memperburuk situasi kemanusiaan yang sudah rapuh akibat konflik berkepanjangan di Lebanon selatan.

Para pemimpin komunitas Kristen di Tyre juga menyerukan intervensi internasional untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada kota bersejarah tersebut. Mereka mengingatkan bahwa kawasan tua Tyre memiliki nilai budaya dan sejarah yang sangat penting bagi Lebanon maupun dunia.

Serangan terbaru ini menandai salah satu eskalasi paling serius di Tyre sejak konflik antara Israel dan Hizbullah kembali memanas pada awal 2026. Meski berbagai upaya diplomatik telah dilakukan untuk menahan perluasan perang di kawasan, kekerasan masih terus berlanjut dan menimbulkan kekhawatiran akan krisis kemanusiaan yang lebih besar di Lebanon. (wib)