PLN Minta Maaf, Pemulihan Pembangkit Diklaim Redam Pemadaman Bergilir di Jawa

PLN menyampaikan permohonan maaf atas pemadaman bergilir di Pulau Jawa dan memastikan pasokan listrik mulai membaik setelah satu pembangkit besar kembali beroperasi.

Senin, 22 Juni 2026 - 15:19 WIB
PLN Minta Maaf, Pemulihan Pembangkit Diklaim Redam Pemadaman Bergilir di Jawa
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo saat memberikan keterangan pers terkait sistem kelistrikan di Pulau Jawa. Foto: Setpres for Hallonews

HALLONEWS.ID – PT PLN (Persero) menyatakan sistem kelistrikan di Pulau Jawa mulai kembali stabil setelah salah satu pembangkit besar yang sebelumnya mengalami gangguan berhasil dipulihkan dan kembali menyuplai listrik ke jaringan nasional.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang timbul akibat kebijakan pemadaman bergilir yang sempat terjadi di sejumlah wilayah Jawa dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut Darmawan, langkah pemadaman bergilir dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan sistem ketika terjadi gangguan pada beberapa pembangkit listrik.

Namun, kondisi tersebut kini berangsur membaik seiring pulihnya salah satu pembangkit milik mitra swasta atau Independent Power Producer (IPP).

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat pemadaman bergilir tersebut,” ujar Darmawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (22/6/2026).

Darmawan menjelaskan bahwa dari dua pembangkit yang sebelumnya mengalami gangguan operasional, satu unit telah berhasil disinkronkan kembali dengan sistem kelistrikan Jawa dan mulai menyalurkan daya listrik ke jaringan.

Keberhasilan pemulihan itu dinilai menjadi kabar positif bagi upaya menjaga keandalan pasokan listrik, terutama di tengah tingginya kebutuhan energi di Pulau Jawa yang menjadi pusat aktivitas ekonomi nasional.

“Sejak tadi malam, satu pembangkit besar berhasil dipulihkan dan telah kembali memasok listrik ke sistem kelistrikan Jawa,” katanya.

Untuk mengantisipasi potensi gangguan lanjutan, PLN mengaku menerapkan pengawasan penuh selama 24 jam setiap hari. Pemantauan dilakukan terhadap kondisi pembangkit, jaringan transmisi, hingga ketersediaan energi primer guna memastikan stabilitas pasokan tetap terjaga.

Selain itu, perusahaan pelat merah tersebut juga melakukan pemetaan risiko secara berkala agar langkah mitigasi dapat dilakukan lebih cepat apabila muncul potensi gangguan baru.

Darmawan menegaskan seluruh jajaran PLN saat ini bekerja maksimal untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan nasional dan mencegah terulangnya pemadaman yang berdampak pada masyarakat.

“Kami terus bekerja secara penuh selama 24 jam, tujuh hari dalam seminggu, untuk memantau sistem dan memastikan keandalan pasokan listrik di Jawa semakin baik dan terus meningkat,” tegasnya. (agn)