Penikam Anak Punk Cikarang Ditangkap di Tambelang Bekasi, Ini Tampangnya

Pelaku penikaman yang menewaskan anak punk di Cikarang akhirnya ditangkap setelah sempat kabur ke Tambelang. Polisi masih mendalami motif di balik pembunuhan tersebut.

Minggu, 28 Juni 2026 - 16:16 WIB
Penikam Anak Punk Cikarang Ditangkap di Tambelang Bekasi, Ini Tampangnya
Pelaku penikaman anak punk FA. Foto: Polsek Cikarang Barat for Hallonews

HALLONEWS.ID – Pelarian terduga pelaku penikaman yang menewaskan anak punk berinisial FA akhirnya berakhir. Setelah sempat melarikan diri usai kejadian, kini pelaku menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Cikarang Barat.

Kapolsek Cikarang Barat Kompol Dimas Adhit Putranto mengatakan, pelaku sempat kabur ke wilayah Tambelang sesaat setelah insiden berdarah yang terjadi di Kampung Lanai, Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, Sabtu (27/6/2026) dini hari.

Namun, pelariannya tidak berlangsung lama. Pelaku yang berprofesi sebagai pengamen itu akhirnya memilih menyerahkan diri sebelum dijemput tim Resmob Polres Metro Bekasi bersama Unit Reskrim Polsek Cikarang Barat.

“Pelaku sudah diamankan di Polsek Cikarang Barat. Awalnya menyerahkan diri, kemudian dijemput oleh pihak Resmob Polres Metro Bekasi dan Reskrim Polsek Cikarang Barat,” kata Dimas, Minggu (28/6/2026).

Kasus ini bermula setelah polisi menerima laporan adanya dugaan penganiayaan yang menyebabkan meninggal dunia. Petugas mendatangi lokasi kejadian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta meminta keterangan sejumlah saksi.

Korban diketahui mengalami luka tusuk di bagian dada kiri dan perut. Berdasarkan informasi dari warga sekitar, jumlah luka yang dialami korban diperkirakan mencapai lima tusukan.

Meski pelaku telah diamankan, polisi masih mendalami motif di balik aksi penikaman tersebut. ”Penyidik masih melakukan pendalaman terkait motif serta mencocokkan keterangan para saksi,” ungkapnya.

Hingga saat ini, sedikitnya lima orang saksi telah diperiksa guna mengungkap rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban kehilangan nyawa. Di sisi lain, polisi juga menyelidiki informasi yang berkembang mengenai dugaan adanya barang milik korban yang hilang setelah kejadian.

Ketua RT setempat Boy Sandi mengungkapkan bahwa korban dan pelaku diduga sudah berselisih sejak sehari sebelum penikaman terjadi. Menurut informasi, pertengkaran bermula di kawasan Pasar Beras Cikarang Jati sebelum berlanjut hingga ke wilayah Kalijaya.

“Kami mendapat informasi mereka sempat cekcok dari sore. Menjelang subuh ada warga melapor. Saat kami tiba, korban sudah dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.

Boy menyebut korban dan pelaku sama-sama bekerja sebagai pengamen jalanan. Ia menduga perselisihan dipicu persoalan asmara yang melibatkan seorang perempuan. ”Sepertinya ada motif asmara, kemungkinan karena rasa cemburu. Tapi pastinya kami juga tidak tahu,” katanya.

Perempuan yang disebut-sebut menjadi pemicu konflik diketahui telah tinggal di kawasan tersebut sekitar delapan bulan. Menurut Boy, selama ini perempuan tersebut tidak pernah terlibat persoalan yang menonjol di lingkungan tempat tinggalnya.

Sementara itu, polisi menegaskan motif pembunuhan masih dalam proses penyelidikan. Penyidik akan mengungkap latar belakang kasus setelah seluruh alat bukti dan keterangan saksi selesai dianalisis. (dul)