Dedie Rachim Ajak Anak Putus Sekolah di Bogor Kembali Belajar, Siap Fasilitasi Lewat PKBM

Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengajak seorang anak putus sekolah untuk kembali belajar. Pemkot Bogor siap memfasilitasi pendidikan melalui sekolah formal atau PKBM.

Senin, 29 Juni 2026 - 10:20 WIB
Dedie Rachim Ajak Anak Putus Sekolah di Bogor Kembali Belajar, Siap Fasilitasi Lewat PKBM
Boca pengamen yang merupakan anak putus sekolah dipeluk Wali Kota Bogor, Dedie Rachim. (Foto: Humas Pemkot Bogor for Hallonews)

HALLONEWS.ID – Momen menyentuh terjadi saat Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, meninjau pembongkaran awal Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Simpang Jalan Dewi Sartika–Jalan Kapten Muslihat, Kota Bogor.

Usai melakukan peninjauan, Dedie berjalan kaki menyusuri Jalan Veteran menuju Balai Kota.

Di tengah perjalanan, perhatiannya tertuju pada seorang anak yang sedang menggendong gitar dan berada di tepi jalan.

Dedie kemudian menghampiri anak tersebut dan mengajaknya berbincang. Ia menanyakan apakah sang anak masih bersekolah serta alasan berada di luar rumah pada malam hari.

Dalam percakapan itu, anak tersebut mengaku sudah berhenti sekolah sejak masa pandemi Covid-19.

Ia mengatakan hanya sempat mengenyam pendidikan hingga kelas 4 sekolah dasar karena tidak kembali melanjutkan sekolah.

Mendengar pengakuan tersebut, Dedie langsung memberikan semangat agar anak itu kembali menempuh pendidikan.

Ia bahkan memastikan Pemerintah Kota Bogor akan membantu prosesnya.
“Kamu harus sekolah lagi ya. Nanti kita bantu urus,” ujar Dedie sambil merangkul bahu anak tersebut dikutip wartawan media ini Senin (29/6/2026).

Ajakan itu disambut positif. Anak tersebut menyatakan kesediaannya untuk kembali belajar.

Dedie menjelaskan, Pemkot Bogor terus berupaya menekan angka anak putus sekolah melalui Program Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Hingga saat ini, sebanyak 543 anak telah kembali mengikuti pendidikan melalui program tersebut.

Menurutnya, anak yang ditemuinya masih berusia 11 tahun sehingga akan dipertimbangkan terlebih dahulu untuk kembali ke sekolah formal.

“Jika tidak memungkinkan, maka akan difasilitasi mengikuti pendidikan melalui PKBM hingga menyelesaikan jenjang berikutnya,” ujarnya.

“Pendidikan menjadi salah satu jalan untuk meningkatkan kualitas hidup, kesejahteraan masyarakat, sekaligus membuka peluang masa depan yang lebih baik. Karena itu kami terus mendorong anak-anak yang putus sekolah agar kembali belajar,” kata Dedie.

Ia juga menegaskan bahwa program PKBM tidak dipungut biaya sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan.

“PKBM gratis. Anak-anak yang sempat putus sekolah bisa kembali belajar. Dengan pendidikan dan memiliki ijazah, peluang untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga akan semakin terbuka,” pungkasnya. (opy)