Agung Podomoro Land dan Dompet Dhuafa Bangun RUMTARA untuk Penyintas Banjir dan Longsor Aceh

Dompet Dhuafa bersama Agung Podomoro Land membangun 1.000 unit RUMTARA untuk penyintas banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:00 WIB
Agung Podomoro Land dan Dompet Dhuafa Bangun RUMTARA untuk Penyintas Banjir dan Longsor Aceh
Penyerahan bantuan kemanusiaan dilakukan Agung Podomoro Land dan Dompet Dhuafa secara simbolis. (Dompet Dhuafa for Hallonews).

HALLONEWS.ID – Dompet Dhuafa terus mempercepat proses pemulihan pascabencana banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni menghadirkan Rumah Sementara (RUMTARA) bagi para penyintas di Aceh melalui kolaborasi bersama Agung Podomoro Land⁠.

Berdasarkan data sementara Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa per 28 April 2026, pembangunan RUMTARA telah mencapai progres sekitar 70 persen. Salah satu lokasi pembangunan berada di kawasan Patan Nangka, Linge, Aceh Tengah.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan bagi masyarakat terdampak bencana yang hingga kini masih banyak tinggal di tenda pengungsian.

Penyerahan bantuan kemanusiaan dilakukan secara simbolis pada Rabu (8/4/2026). Dana bantuan diserahkan oleh AVP of Corporate Human Resource Agung Podomoro Land Tbk, Hidayat Bakri, kepada Direktur Resource & Mobilization Dompet Dhuafa, Etika Setiawanti.

Dana kemanusiaan itu berasal dari kontribusi dan kepedulian para karyawan Agung Podomoro Land untuk membantu mempercepat pemulihan para penyintas banjir dan longsor di Aceh.

Head of Performance Development & Talent Management Division Agung Podomoro Land, Binafita Merianti, mengungkapkan rasa syukur atas partisipasi para karyawan dalam mendukung program sosial kemanusiaan tersebut.

Sementara itu, Kepala DMC Dompet Dhuafa, Shofa Qudus, mengatakan pembangunan RUMTARA difokuskan di sejumlah titik terdampak paling parah, seperti Aceh Tamiang dan Pidie Jaya.

Menurutnya, hingga saat ini masih banyak warga yang bertahan di tenda pengungsian sehingga kebutuhan hunian sementara menjadi prioritas utama dalam masa pemulihan.

“Masih banyak masyarakat yang tinggal di tenda pengungsian. Yang paling terdampak memang Aceh Tamiang. Alhamdulillah beberapa pembangunan sudah selesai sehingga penyintas bisa segera pindah ke tempat yang lebih nyaman,” ujar Shofa.

Dompet Dhuafa menargetkan pembangunan sebanyak 1.000 unit RUMTARA yang akan tersebar di tiga provinsi terdampak paling parah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Penentuan lokasi pembangunan dilakukan secara kolaboratif bersama pemerintah daerah agar bantuan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.

Agung Podomoro Land menyatakan dukungannya terhadap program kemanusiaan ini karena melihat rekam jejak Dompet Dhuafa sebagai lembaga filantropi yang amanah dan terpercaya dalam menangani program sosial dan kebencanaan.

Selain itu, kebutuhan hunian sementara dinilai menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak bagi para penyintas agar dapat segera menjalani proses pemulihan dengan lebih layak dan aman.

Program RUMTARA diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan tempat tinggal sementara, tetapi juga menjadi langkah awal bagi masyarakat terdampak untuk kembali bangkit pascabencana.(adv)