“Ambulans Ini Harapan Kami”, Aksi Heroik Warga Gagalkan Pembakaran Ambulans di Papua

Dua ambulans Puskesmas Aplim di Dekai, Yahukimo nyaris dibakar orang tak dikenal. Aparat Ops Damai Cartenz bergerak cepat mengamankan fasilitas kesehatan vital bagi warga.

Sabtu, 14 Februari 2026 - 18:06 WIB
“Ambulans Ini Harapan Kami”, Aksi Heroik Warga Gagalkan Pembakaran Ambulans di Papua
Ambulans Puskesmas Aplim di Dekai yang nyaris dibakar orang tak dikenal. Humas Polri for Hallonews

HALLONEWS.ID – Malam di Jalan Seradala KM 04 seharusnya sunyi. Namun Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 21.05 WIT, ketenangan Distrik Dekai mendadak berubah tegang.

Dua ambulans Puskesmas Aplim nyaris dibakar. Di tengah ancaman itu, warga memilih satu hal, bertahan dan melawan.

Dua orang tak dikenal datang membawa botol berisi solar. Bau bahan bakar menyengat di udara. Ban belakang ambulans disiram.

Beberapa warga menahan napas bukan karena takut, melainkan karena tahu jika ambulans itu hilang, harapan berobat ikut lenyap.

“Kalau Ini Dibakar, Kami Ke Mana?”

Kepala Desa Kurima, Luter Matuan, mengingat jelas detik-detik paling menegangkan malam itu. Warga berkumpul, berdiri di depan halaman puskesmas, membentuk barikade hidup.

“Kalau puskesmas dibakar, kami tidak punya tempat lagi untuk berobat,” ucapnya lirih.

Di wilayah pedalaman seperti Dekai, ambulans bukan sekadar kendaraan ia adalah jalur hidup.
Alih-alih melawan dengan kekerasan, warga memilih berunding. Kata-kata dipilih hati-hati. Situasi diredam. Api tak jadi dinyalakan.

Dua sosok itu akhirnya pergi, meninggalkan halaman puskesmas yang masih basah oleh solar dan warga yang masih gemetar, namun lega.

AMBULAN1
Ambulans Puskesmas Aplim di Dekai yang nyaris dibakar orang tak dikenal. Humas Polri for Hallonews

Malam itu, api tak jadi menyala. Tapi keberanian warga Dekai menyala lebih terang. Mereka memilih berdiri bukan untuk menantang, melainkan melindungi.

Di pedalaman Papua, menyelamatkan ambulans berarti menyelamatkan nyawa yang belum sempat ditolong.

Penyelidikan masih berjalan. Pelaku diburu. Namun satu hal sudah pasti: ketika harapan terancam, warga Dekai memilih bersatu.

Saat fajar merekah, aparat Satreskrim Polres Yahukimo yang dibackup Operasi Damai Cartenz 2026 bergerak cepat. Olah TKP dilakukan. Barang bukti diamankan.

Jejak solar di sekitar ban menguatkan dugaan percobaan pembakaran.
Demi memastikan layanan kesehatan tetap berjalan, dua ambulans dikawal menuju RSUD Dekai. Sirene menyala pelan bukan sebagai peringatan, melainkan penjaga harapan.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Faizal Ramadhani, menegaskan komitmen aparat melindungi fasilitas publik. “Fasilitas kesehatan adalah kebutuhan dasar. Ancaman terhadapnya tidak bisa ditolerir,” ujarnya. (min)