Ancaman Karhutla di Sumatera Meningkat, BNPB Temukan 24 Titik Panas di Sumsel

BNPB mencatat 24 titik panas di Sumatera Selatan dengan luas lahan terbakar 182,54 hektare. Masyarakat diminta waspada terhadap ancaman karhutla selama musim kemarau.

Kamis, 11 Juni 2026 - 2:13 WIB
Ancaman Karhutla di Sumatera Meningkat, BNPB Temukan 24 Titik Panas di Sumsel
Petugas gabungan melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Nagan Raya, Aceh. (BNPB for Hallonews).

HALLONEWS.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah wilayah di Indonesia masih menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi kering.

Dalam laporan perkembangan bencana periode Selasa (9/6/2026) hingga Rabu (10/6/2026) pagi, BNPB menyebut tidak ada kejadian signifikan. Namun, sejumlah daerah masih melakukan penanganan dan pemantauan terhadap karhutla maupun dampak bencana lainnya.

“Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Kabupaten Nagan Raya, Aceh. Terjadi karhutla,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya, Rabu (10/6/2026).

Hingga sore tadi, upaya pemadaman masih terus dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama unsur TNI, Polri, dan relawan. Total luas lahan yang terbakar di dua kecamatan di wilayah tersebut mencapai sekitar 98 hektare.

Dari jumlah itu, hampir separuh area terdampak telah berhasil dipadamkan menggunakan dukungan mesin pompa air dan peralatan lapangan lainnya. Karhutla juga dilaporkan terjadi di Provinsi Riau.

Meski luas lahan yang terbakar sekitar dua hektare, petugas berhasil mengendalikan api sehingga kebakaran tidak meluas ke area lain.

Sementara itu, Provinsi Sumatera Selatan mencatat luas lahan terbakar yang cukup besar. Data hingga 8 Juni 2026 menunjukkan total area yang terdampak karhutla sejak awal tahun mencapai sekitar 182,54 hektare.

”Terdapat 24 titik panas atau hotspot yang tersebar di sejumlah wilayah Sumatera Selatan berdasarkan pemutakhiran data terbaru per 9 Juni 2026,” ungkapnya.

Untuk mempercepat pengendalian kebakaran, BNPB mengerahkan dukungan operasi udara berupa helikopter patroli dan helikopter water bombing guna membantu proses pemadaman di lapangan.

Di sisi lain, kondisi banjir yang sebelumnya melanda Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, kini dilaporkan telah surut. Sebanyak 3.367 kepala keluarga sempat terdampak akibat genangan yang merendam ribuan rumah warga.

Pemerintah daerah bersama BPBD telah menyalurkan bantuan logistik dan melakukan perbaikan tanggul yang mengalami kerusakan. Saat ini aktivitas masyarakat di wilayah tersebut berangsur kembali normal.

BNPB mengingatkan bahwa memasuki periode musim kemarau, potensi karhutla dan kekeringan diperkirakan meningkat di sejumlah daerah. Karena itu, masyarakat diminta lebih bijak menggunakan air bersih dan tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.

Pemerintah daerah juga diminta meningkatkan pengawasan di kawasan rawan kebakaran, memperkuat patroli terpadu, serta mempercepat penanganan apabila ditemukan titik api baru.

BNPB mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti informasi resmi dari BNPB, BPBD, maupun BMKG guna mengantisipasi potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu. (dul)