Anggota DPRD Kota Depok Sebut Tinggi Antusias Masyarakat Daftarkan Anaknya di MTsN 3 Depok
Anggota DPRD Depok Edi Masturo mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat mendaftarkan anak ke MTsN 3 Pancoran Mas. Sekolah madrasah negeri baru ini siap menerima 120 siswa pada tahun ajaran 2026/2027.

HALLONEWS.ID – Anggota DPRD Kota Depok Fraksi Gerindra, Edi Masturo mengapresiasi tingginya keinginan masyarakat akan kebutuhan sekolah negeri berbasis agama Islam.
Hal tersebut disampaikan Edi usai meninjau pelaksanaan Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) Tahun Ajaran 2026/2027 di MTSN 3 Kota Depok yang beralamat di Jalan Jagal Caringin, Kampung Rangkapan Jaya, Kecamatan Pancoran Mas.
Dewan Dapil Pancoran Mas itu mengaku terkesan melihat antusiasme masyarakat yang sangat besar dalam mendaftarkan anak-anak mereka ke MTSN 3 Pancoran Mas.
“Alhamdulillah, dari pantauan saya di lapangan, antusias masyarakat sangat luar biasa. Meskipun sistem pendaftaran sudah dibuka secara online, masih ada sebagian masyarakat yang mengalami kesulitan dalam proses pendaftaran. Selain itu, pada hari pertama juga sempat terjadi gangguan teknis karena sistem ini baru pertama kali digunakan,” ujar Bang Edi panggilan akrabnya, Senin (15/6/2026).
Saat ini, menurutnya, MTSN 3 Pancoran Mas masih berstatus filial atau menginduk kepada MTSN 1 Kota Depok lantaran proses administrasi dan serah terima lahan masih berlangsung.
“Insya Allah, kalau seluruh proses administrasi dan legalitas sudah selesai, MTSN 3 Pancoran Mas akan dikelola secara mandiri sebagai madrasah negeri yang berdiri sendiri,” katanya.
Pada tahap awal operasional, sekolah tersebut akan membuka empat rombongan belajar (rombel). Dengan kapasitas sekitar 30 siswa per kelas, MTSN 3 diperkirakan menerima sekitar 120 siswa baru pada tahun ajaran pertamanya.
Ia menjelaskan bahwa sistem penerimaan di lingkungan Kementerian Agama memiliki mekanisme tersendiri. Selain proses administrasi, calon siswa juga akan mengikuti tes kompetensi, termasuk kemampuan baca tulis Al-Qur’an dan sejumlah penilaian lainnya.
Terkait kesiapan fasilitas pendidikan, pihaknya memastikan sarana dan prasarana sekolah sedang dalam tahap penyelesaian dan ditargetkan rampung sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
“Saya sudah berkoordinasi dengan bagian sarana dan prasarana Kementerian Agama. Insya Allah sebelum siswa mulai aktif belajar, seluruh kebutuhan seperti kursi, meja dan fasilitas pendukung lainnya sudah tersedia. Targetnya sekitar tanggal 20 Juni semuanya selesai,” jelasnya.
Melihat tingginya minat masyarakat, dirinya optimistis MTSN 3 Pancoran Mas akan terus berkembang di masa mendatang. Bahkan tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan ruang kelas dan fasilitas lainnya untuk memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat.
“Antusias masyarakat terhadap madrasah negeri sangat tinggi. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan pendidikan berbasis keagamaan yang berkualitas di Kota Depok terus meningkat,” katanya.
Ia berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dapat mendukung pengembangan pendidikan madrasah melalui bantuan infrastruktur dan fasilitas penunjang.
Pemkot Depok, kata dia, sebelumnya telah menghibahkan lahan untuk pembangunan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Depok. Ke depan, dukungan pembangunan sarana dan prasarana diharapkan dapat semakin diperkuat melalui sinergi antara pemerintah daerah dan Kementerian Agama.
MTSN 3 Pancoran Mas sendiri dirancang dengan sistem pembelajaran full day school. Para siswa akan mengikuti kegiatan belajar sejak pagi hingga sore hari, sehingga proses pendidikan dapat berlangsung lebih optimal.
“Konsep full day school ini sangat baik untuk pembentukan karakter dan peningkatan kualitas pendidikan siswa. Mereka belajar dari pagi hingga sekitar pukul 15.30 WIB,” ungkapnya.
Keberadaan MTSN 3 Pancoran Mas dinilai menjadi solusi bagi masyarakat yang menginginkan pendidikan madrasah berkualitas dengan biaya terjangkau.
“Selama ini banyak madrasah unggulan yang biayanya cukup tinggi. Kehadiran MTSN 3 sangat membantu masyarakat sekitar untuk mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas tanpa terbebani biaya besar,” tambahnya.
Sementara itu, bagi masyarakat yang belum dapat diterima di MTSN 3 karena keterbatasan daya tampung, Pemerintah Kota Depok telah menyiapkan alternatif melalui program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG).
Saat ini terdapat sekitar 54 SMP dan Madrasah Tsanawiyah swasta di Kota Depok yang telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Depok untuk memberikan layanan pendidikan gratis kepada masyarakat.
“Kami mengajak masyarakat memanfaatkan berbagai pilihan sekolah yang telah bekerja sama dengan pemerintah. Program sekolah swasta gratis ini menjadi solusi agar seluruh anak di Kota Depok tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak,” tandasnya. (jan)
