AS Gempur Nigeria di Hari Natal, Target Masih Misterius Meski Trump Klaim Sasar ISIS

Pemerintah Nigeria mengaku belum mengetahui secara pasti siapa target serangan udara Amerika Serikat di Hari Natal, meski Donald Trump menyebut kelompok ISIS menjadi sasaran utama.

Sabtu, 27 Desember 2025 - 11:51 WIB
AS Gempur Nigeria di Hari Natal, Target Masih Misterius Meski Trump Klaim Sasar ISIS
Sebuah rudal diluncurkan dari kapal angkatan laut Amerika Serikat saat Presiden Donald Trump menyatakan pasukan AS melancarkan serangan “dahsyat dan mematikan” terhadap militan ISIS di barat laut Nigeria, 25 Desember 2025. Seorang pria berdiri di tengah reruntuhan bangunan setelah serangan AS di Offa, wilayah Kwara, Nigeria. Foto: Departemen Pertahanan AS for HALLONEWS.

HALLONEWS.ID — Seorang penasihat khusus Presiden Nigeria mengatakan bahwa rincian mengenai siapa yang diserang oleh Amerika Serikat pada Hari Natal “masih belum jelas”, meski Presiden AS Donald Trump mengklaim pasukan Washington telah menghantam “bajingan teroris ISIS” dalam serangan “dahsyat dan mematikan.”

Dalam operasi gabungan pada 25 Desember, militer AS melancarkan serangan di wilayah barat laut Nigeria dengan dukungan pemerintah setempat. Namun, penasihat presiden Bola Tinubu mengaku belum mengetahui secara pasti siapa yang menjadi target.

“Detailnya masih belum jelas,” ujar Tinubu. “Kami berharap akan ada kejelasan dalam beberapa jam atau hari mendatang, dan kerja sama dengan AS tetap berlanjut,” kata Tinubu seperti dikutip Sky News, Sabtu (27/12/2025).

Tinubu menambahkan, target operasi kemungkinan mencakup kelompok Lakurawa, Boko Haram, atau jaringan yang berafiliasi dengan Negara Islam (ISIS).

Serangan tersebut muncul setelah serangkaian klaim dari Trump dan Gedung Putih bahwa umat Kristen menjadi korban penganiayaan di Nigeria. Namun, data yang diterima Sky News menunjukkan kekerasan terhadap umat Muslim juga terjadi dalam tingkat yang serupa, bahkan serangan terhadap masjid dilaporkan lebih banyak sepanjang tahun lalu dibanding gereja.

Sumber pemerintahan Nigeria menilai klaim Trump lebih dimaksudkan untuk memperkuat dukungan politik domestiknya menjelang tahun pemilihan.

Di lapangan, warga Nigeria mengaku trauma. Di Jabo, Sokoto, dan Offa, Kwara, serangan udara dilaporkan menyebabkan kepanikan besar. Balira Sa’idu (17) mengatakan hidupnya berubah seketika.

“Saya seharusnya memikirkan pernikahan, tapi sekarang saya takut. Keluarga saya cemas dan kami tidak tahu apakah aman tetap tinggal di Jabo,” ujarnya.

Petani lokal, Sanusi Madabo, menggambarkan langit menyala merah selama berjam-jam setelah mendengar ledakan keras.

“Rasanya seperti siang hari,” katanya, seraya mengaku baru tahu kemudian bahwa ia menyaksikan serangan terhadap kamp yang diduga milik ISIS.

Setelah operasi itu diumumkan, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menulis singkat di media sosial: “Akan ada lebih banyak lagi…”

Ungkapan itu memicu spekulasi global bahwa Washington berencana melanjutkan operasi militernya di Afrika Barat. (ren)