Dapat Perlakuan Rasis, Petenis Muda Australia Destanee Aiava Pilih Pensiun Dini

Destanee Aiava resmi pensiun di usia 25 tahun dan menyebut budaya tenis rasis, misoginis, dan bermusuhan. Simak pengakuan lengkap dan respons Amanda Anisimova.

Sabtu, 21 Februari 2026 - 9:00 WIB
Dapat Perlakuan Rasis, Petenis Muda Australia Destanee Aiava Pilih Pensiun Dini
Petenis Australia, Destanee Aiava yang mengumumkan pengunduran dirinya dalam usia 25 tahun. (IG Destanee Aiava)

HALLONEWS.ID – Dunia tenis internasional dikejutkan oleh keputusan mengejutkan petenis Australia, Destanee Aiava, yang mengumumkan pengunduran dirinya dalam usia 25 tahun.

Lewat unggahan emosional di Instagram, Aiava menyatakan akan meninggalkan dunia yang selama ini membesarkan namanya karena menganggap budaya olahraga tersebut “rasis, misoginis, homofobik, dan bermusuhan.”

Petenis berdarah Samoa itu juga menyebut tenis sebagai “pacar yang toxic” dan memastikan dirinya akan benar-benar mundur pada akhir musim ini.

Dalam pernyataan panjangnya, Aiava menegaskan bahwa ia tak lagi merasa selaras dengan dunia yang selama ini ia jalani.

Ia mengaku lelah menjadi sasaran komentar jahat, mulai dari hinaan soal performa, tubuh, hingga ancaman dari penjudi yang kecewa atas hasil pertandingan.

“Tujuan utama saya adalah bangun setiap hari dan dengan tulus mengatakan saya mencintai apa yang saya lakukan. Saya rasa semua orang berhak atas itu,” tulis Aiava.

Petenis yang pernah mencapai peringkat tunggal dunia terbaik di posisi 147 itu juga mengaku merasa tertinggal dari rekan-rekannya. Di usianya yang akan menginjak 26 tahun, ia memilih meninggalkan tekanan yang dianggapnya terus mengikis jati diri.

Ia secara terbuka mengecam budaya tenis yang menurutnya bersembunyi di balik citra elegan dan tradisi berpakaian putih, namun menyimpan diskriminasi terhadap mereka yang dianggap berbeda.

Aiava dikenal sebagai salah satu talenta muda Australia yang sempat mencuri perhatian publik. Namun perjalanan kariernya tak selalu mulus. Cedera, tekanan kompetisi, serta serangan di media sosial menjadi bagian dari dinamika yang ia hadapi.

Keputusannya mundur di usia yang relatif muda memicu perdebatan luas tentang kesehatan mental atlet, budaya media sosial, serta atmosfer kompetisi di level elite.

Langkah Aiava juga membuka kembali diskusi soal isu keberagaman dan inklusivitas dalam olahraga global yang selama ini identik dengan nilai-nilai sportivitas.

Reaksi terkejut atas keputusan Aiava diberikan Finalis Wimbledon dan US Open, Amanda Anisimova. Dia mengaku terkejut sekaligus sedih membaca unggahan tersebut.

“Sangat menyedihkan membacanya. Saya tidak tahu detail kisahnya, tapi pada akhirnya sungguh memilukan dia mengalami pengalaman seperti itu,” ujar Anisimova.

Petenis Amerika berusia 24 tahun itu berharap Aiava suatu saat bisa berubah pikiran dan kembali ke lapangan. (wib)