Dari Kampus ke Cuan, Gen Z Mulai Lirik Koperasi sebagai Mesin Ekonomi Baru

Gerakan koperasi mulai diminati Gen Z. Dari kampus di Sumedang, mahasiswa didorong jadi pelaku ekonomi lewat koperasi modern.

Rabu, 6 Mei 2026 - 9:30 WIB
Dari Kampus ke Cuan, Gen Z Mulai Lirik Koperasi sebagai Mesin Ekonomi Baru
Mahasiswa mengikuti literasi koperasi di Ikopin University Sumedang, menandai bangkitnya minat Gen Z terhadap koperasi modern. Foto Ikopin University for Hallonews

HALLONEWS.ID — Anggapan bahwa koperasi adalah sistem ekonomi kuno mulai runtuh di kalangan generasi muda. Dari lingkungan kampus, semangat baru gerakan koperasi kini tumbuh dan berkembang, membuka peluang besar bagi Gen Z untuk naik kelas secara ekonomi.

Hal ini terlihat dalam kegiatan Literasi Perkoperasian bertajuk “Coop Movement: Better Cooperative, Better Indonesia” yang digelar di Ikopin University, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Ratusan mahasiswa hadir, tidak sekadar berdiskusi, tetapi juga mulai melihat koperasi sebagai peluang nyata di era modern.

Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto menegaskan bahwa literasi koperasi di kalangan generasi muda menjadi kebutuhan mendesak.

Menurutnya, pemahaman Gen Z terhadap koperasi saat ini masih tergolong minim, padahal masa depan koperasi sangat bergantung pada keterlibatan mereka.

“Di pundak generasi muda, kita berharap koperasi tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang lebih kuat,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).

LPDB Koperasi sendiri terus mendorong partisipasi anak muda melalui berbagai program, termasuk inkubator bisnis yang melibatkan belasan lembaga di seluruh Indonesia. Selain itu, dukungan pembiayaan juga diperluas untuk koperasi yang berafiliasi dengan komunitas generasi muda.

Tak hanya fokus pada kampus, penguatan koperasi juga diarahkan hingga ke desa melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Program ini didukung dengan panduan lembaga keuangan mikro serta skema pembiayaan yang terus diproses sesuai regulasi terbaru.

Krisdianto juga menekankan bahwa koperasi merupakan wadah ideal bagi anak muda untuk membangun ekonomi yang lebih adil dan berkelanjutan. Nilai-nilai seperti transparansi, kejujuran, dan keadilan dinilai selaras dengan semangat generasi saat ini.

Sementara itu, Deputi Bidang Talenta dan Daya Saing Koperasi Kementerian Koperasi, Destry Ana Sari, menyebut kampus sebagai pusat lahirnya inovasi dan kepemimpinan baru di sektor koperasi.

Ia mengajak mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi berani menciptakan lapangan kerja melalui koperasi.

“Koperasi bukan sekadar tempat bekerja, tapi wadah menciptakan pekerjaan yang manfaatnya kembali ke anggota,” katanya.

Menurut Destry, kekuatan koperasi terletak pada anggotanya. Karena itu, generasi muda diharapkan menjadi motor penggerak yang mampu mengembangkan koperasi berbasis potensi daerah dan teknologi.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk terlibat langsung dalam pengembangan koperasi desa melalui program nyata seperti KKN, riset, hingga pengembangan bisnis berbasis koperasi.

Kegiatan ini menjadi sinyal kuat bahwa koperasi mulai menemukan momentumnya kembali di kalangan Gen Z.

Dengan pendekatan yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berbasis teknologi, koperasi kini dipandang sebagai solusi ekonomi masa depan yang inklusif dan berkelanjutan. (vera)