Diserang Trump, Paus Leo XIV Balas Tegas: Saya Bukan Politikus!

Diserang Trump, Paus Leo XIV memberikan jawaban tegas dari dalam pesawat: bukan politikus, tapi pembawa pesan perdamaian.

Senin, 13 April 2026 - 18:40 WIB
Diserang Trump, Paus Leo XIV Balas Tegas: Saya Bukan Politikus!
Paus Leo XIV berbicara kepada jurnalis di dalam pesawat menuju Aljazair, menegaskan dirinya bukan politikus dan tetap menyerukan perdamaian global. Foto: Vatican Media for Hallonews

HALLONEWS.ID – Paus Leo XIV akhirnya buka suara menanggapi kritik tajam Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dengan penegasan yang lugas: dirinya bukan seorang politikus.

Pernyataan itu disampaikan Paus kepada para jurnalis saat berada di dalam pesawat menuju Aljazair, Senin (13/4/2026), dalam tradisi wawancara singkat selama penerbangan kepausan.

“Saya bukan politikus, dan saya tidak ingin terlibat dalam perdebatan dengannya,” tegas Paus Leo XIV seperti dikutip Hallonews.id dari Vatican News, Senin (13/4/2026).

Tetap Lantang Serukan Perdamaian

Meski mendapat kritik keras, Paus menegaskan tidak akan mundur dari misinya sebagai pemimpin moral yang menyerukan perdamaian dunia.

“Saya akan terus berbicara dengan lantang menentang perang, mempromosikan perdamaian, dialog, dan multilateralisme,” ujarnya.

Ia juga menyoroti dampak kemanusiaan dari konflik bersenjata yang terus terjadi di berbagai belahan dunia.

“Terlalu banyak orang yang menderita saat ini, terlalu banyak nyawa tak berdosa yang hilang. Kita harus berani mengatakan bahwa ada jalan yang lebih baik,” katanya.

Pesan untuk Seluruh Pemimpin Dunia

Paus menegaskan bahwa seruan perdamaian yang ia sampaikan bukan hanya ditujukan kepada Trump, melainkan kepada seluruh pemimpin dunia.

“Mari kita akhiri perang dan promosikan perdamaian serta rekonsiliasi,” serunya.

Ia juga memastikan bahwa dirinya tidak gentar untuk menyampaikan pesan moral tersebut, meskipun berhadapan dengan kekuatan politik besar.

“Saya tidak takut berbicara lantang tentang pesan Injil. Itu adalah tugas saya dan tugas Gereja,” tegasnya.

Tegaskan Peran Gereja, Bukan Politik

Dalam penjelasannya, Paus Leo XIV kembali menekankan perbedaan mendasar antara peran Gereja dan politik praktis.

“Kami bukan politisi… kami tidak melihat dunia dari sudut pandang kebijakan luar negeri seperti para pemimpin politik,” ujarnya.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa Gereja memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi suara bagi perdamaian dan kemanusiaan.

Misi Perdamaian di Afrika

Kunjungan ke Aljazair menjadi bagian dari perjalanan apostolik pertama Paus Leo XIV sejak terpilih sebagai pemimpin Gereja Katolik.

Setibanya di Aljir, Paus disambut Presiden Abdelmadjid Tebboune, sebelum melanjutkan agenda kunjungan yang berfokus pada dialog, rekonsiliasi, dan pembangunan perdamaian.

Paus juga dijadwalkan mengunjungi Maqam Echahid (Monumen Para Martir), simbol penting dalam sejarah perjuangan Aljazair.

Ketegangan dengan Gedung Putih

Pernyataan Paus ini menjadi respons langsung atas kritik Trump sebelumnya yang menyebutnya “lemah” dan tidak sejalan dengan kebijakan luar negeri Amerika Serikat.

Di tengah eskalasi konflik global, perbedaan pendekatan antara kekuatan politik dan otoritas moral semakin terlihat tajam.

Namun bagi Paus Leo XIV, pesan yang dibawanya tetap sama: dunia membutuhkan perdamaian, bukan perang. (ren)