Dompet Dhuafa Tingkatkan Kesiapsiagaan Warga Lebak Lewat Pelatihan Pertolongan Pertama dan Water Rescue

Dompet Dhuafa melalui DMC menggelar pelatihan pertolongan pertama dan water rescue bagi warga Desa Sukamanah, Lebak, untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi tsunami dan gempa.

Senin, 29 Juni 2026 - 22:05 WIB
Dompet Dhuafa Tingkatkan Kesiapsiagaan Warga Lebak Lewat Pelatihan Pertolongan Pertama dan Water Rescue
Dompet Dhuafa melalui DMC menggelar pelatihan pertolongan pertama dan water rescue bagi warga Desa Sukamanah. (Dompet Dhuafa for Hallonews)

HALLONEWS.ID – Dalam rangka 33 tahun pengabdian kemanusiaan, Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) menggelar pelatihan peningkatan kapasitas bagi Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dan masyarakat Desa Sukamanah, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten.

Pelatihan yang berlangsung pada 22–23 Juni 2026 ini diikuti oleh 30 peserta.

Mereka mendapatkan pembekalan teori sekaligus praktik mengenai pertolongan pertama dan penyelamatan di air (water rescue) sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di wilayah pesisir.

Staf Mitigasi dan Diklat Bencana DMC Dompet Dhuafa, Sanadi Aji, menjelaskan bahwa Desa Sukamanah merupakan kawasan dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap gempa bumi dan tsunami, termasuk potensi dampak gempa megathrust.

“Karena Desa Sukamanah memiliki risiko tinggi terhadap tsunami dan gempa bumi, peningkatan kapasitas masyarakat menjadi sangat penting agar mereka siap siaga ketika bencana terjadi. Bencana bisa datang kapan saja,” ujar Sanadi.

Pelatihan ini diselenggarakan bekerja sama dengan BASARNAS Unit Siaga Lebak 1.

Kolaborasi tersebut bertujuan membekali masyarakat dengan keterampilan penyelamatan yang dapat dilakukan secara mandiri sebelum bantuan tiba.

Pada hari pertama, peserta mempelajari teknik pertolongan pertama, mulai dari penilaian kondisi korban, penanganan awal hingga proses evakuasi yang aman.

Sementara pada hari kedua, peserta mengikuti simulasi penyelamatan di air.

Materi yang diberikan meliputi persiapan perahu karet dan mesin, teknik evakuasi korban menggunakan perahu bermotor maupun dayung, penggunaan kantong lempar (throw bag), penyelamatan dengan berenang, hingga penanganan korban setelah berhasil dievakuasi.

Pemateri dari BASARNAS, Indra Cahyadi, mengatakan kemampuan pertolongan pertama dan water rescue menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir selatan Banten.

Menurutnya, karakteristik pantai di wilayah tersebut memiliki gelombang laut yang cukup tinggi sehingga masyarakat harus memiliki pengetahuan dasar penyelamatan saat terjadi keadaan darurat.

Pelatihan tersebut mendapat sambutan positif dari peserta.

Bai Malihah mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah didapatkan.

“Alhamdulillah kami sangat bersyukur DMC Dompet Dhuafa hadir di desa kami. Sekarang kami jadi tahu bagaimana memberikan pertolongan pertama apabila terjadi kondisi darurat,” ujarnya.

Peserta lainnya, Ocid, menilai pelatihan selama dua hari itu semakin meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesiapsiagaan bencana.

Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan apabila sewaktu-waktu terjadi gempa maupun tsunami, sehingga warga mampu melakukan evakuasi secara cepat dan tepat.

Melalui program ini, DMC Dompet Dhuafa menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kapasitas masyarakat di daerah rawan bencana.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang tangguh menghadapi berbagai potensi bencana, sejalan dengan semangat kampanye “Karena Bumi Cuma Satu, Berdaya Sekarang.”(adv)