Era Baru Transportasi Bandung Raya, BRT Modern dengan 753 Halte Resmi Dibangun

Pembangunan BRT Bandung Raya resmi dimulai dengan investasi Rp1,3 triliun. Sistem transportasi massal modern ini ditargetkan beroperasi pada 2027 untuk mengurangi kemacetan dan meningkatkan mobilitas warga.

Selasa, 28 Juli 2026 - 6:00 WIB
Era Baru Transportasi Bandung Raya, BRT Modern dengan 753 Halte Resmi Dibangun
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Dok Pemprov Jabar for Hallonews

HALLONEWS.ID – Kawasan Bandung Raya resmi memasuki babak baru pengembangan transportasi publik setelah dimulainya pembangunan infrastruktur Indonesia Mass Transit Project (Mastran) yang akan menghadirkan sistem Bus Rapid Transit (BRT) modern.

Proyek senilai Rp1,3 triliun tersebut ditargetkan mulai melayani masyarakat pada 2027.

Prosesi groundbreaking digelar di Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung, bersamaan dengan penandatanganan kerja sama penyediaan Public Service Obligation (PSO) sebagai jaminan layanan angkutan massal yang terjangkau bagi masyarakat.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut pembangunan BRT menjadi langkah penting menuju sistem transportasi yang lebih modern, terintegrasi, dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Masyarakat metropolitan membutuhkan angkutan umum yang tidak hanya cepat, tetapi juga nyaman, aman, terdigitalisasi, serta saling terhubung dengan moda transportasi lainnya,” ungkapnya, Senin (27/7/2026).

Selain pembangunan infrastruktur, Dedi juga mengajak masyarakat menjaga budaya tertib dalam menggunakan transportasi publik, termasuk menjaga kebersihan, fasilitas umum, serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh penumpang.

Ia menegaskan peningkatan transportasi harus berjalan seiring dengan pemerataan pembangunan agar manfaatnya tidak hanya dirasakan kota-kota besar, tetapi juga wilayah pedesaan di Jawa Barat.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan kawasan Cekungan Bandung memiliki tingkat mobilitas yang tinggi sehingga membutuhkan sistem transportasi massal yang mampu mengurangi kemacetan, menekan biaya logistik, sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan.

“BRT Bandung Raya nantinya akan terintegrasi dengan layanan kereta api dan angkutan pengumpan (feeder), sehingga masyarakat memiliki pilihan transportasi yang lebih efisien,” ucapnya.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Aan Suhanan menjelaskan proyek ini didukung pendanaan Pemerintah Indonesia, World Bank, dan Agence Française de Développement (AFD).

Pembangunan tahap awal meliputi jalur khusus BRT sepanjang 21 kilometer, enam depo utama, 719 halte off-corridor, 34 halte on-corridor, serta penerapan Intelligent Transportation System (ITS) untuk mendukung pengelolaan transportasi berbasis digital.

Pada tahap berikutnya, pembangunan akan diperluas ke sejumlah titik strategis seperti Tegalega, Alun-alun Bandung, Stasiun Hall, Kiara Artha Park, hingga depo tambahan di Cimenyan, Padalarang, Soreang, dan Majalaya.

Setelah beroperasi penuh pada 2027, layanan BRT ditargetkan memiliki waktu tunggu maksimal tujuh menit saat jam sibuk dan 15 menit di luar jam sibuk, sehingga mampu menjadi pilihan utama masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari. (min)