Gerhana Bulan Total di Ramadan, ISC TMII Hadirkan Eduwisata Religi Penuh Makna
Indonesia Science Center di TMII menggelar pengamatan Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, dipadukan dengan buka puasa, salat khusuf, dan salat tarawih dalam konsep eduwisata religi Ramadan.

HALLONEWS.ID – Momen langka Gerhana Bulan Total tahun ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan.
Indonesia Science Center (ISC) yang berlokasi di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menggelar kegiatan Pengamatan Gerhana Bulan Total pada Selasa, 3 Maret 2026.
Fenomena astronomi tersebut berlangsung mulai pukul 18.04 WIB hingga 19.02 WIB. Langit senja Jakarta perlahan berubah dramatis ketika bayangan Bumi menutupi permukaan Bulan hingga tampak kemerahan atau dikenal sebagai blood moon.
Namun di ISC, peristiwa ini bukan sekadar tontonan langit biasa, melainkan momentum edukatif dan spiritual sekaligus.
Pengamatan Teleskop hingga Salat Khusuf
Dalam balutan konsep eduwisata religi yang terintegrasi, ISC memadukan pengamatan gerhana melalui teleskop dengan rangkaian ibadah Ramadan.
Kegiatan diawali dengan sesi observasi bersama edukator ISC, dilanjutkan buka puasa bersama, pelaksanaan salat gerhana bulan (salat khusuf), hingga salat tarawih berjamaah.
Sejak menjelang waktu magrib, pengunjung yang terdiri dari pelajar, keluarga, hingga komunitas astronomi tampak antusias memenuhi area observasi.
Dengan pendampingan langsung dari tim edukator, peserta mendapat kesempatan melihat proses gerhana bulan total melalui teleskop yang telah disiapkan.
Tak hanya menyaksikan fenomena langit, pengunjung juga mendapatkan penjelasan ilmiah mengenai proses terjadinya gerhana. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana sehingga mudah dipahami anak-anak hingga orang dewasa.
Direktur ISC, Didik Adiarsah, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembelajaran sekaligus refleksi, terutama di bulan Ramadan.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman yang bukan hanya informatif, tetapi juga bermakna. Gerhana bulan adalah fenomena alam yang bisa dijelaskan secara ilmiah, namun di sisi lain juga menjadi momentum spiritual bagi umat Muslim,” ujarnya.
ISC berharap kegiatan ini dapat menjadi alternatif wisata edukatif yang berbeda bagi masyarakat selama Ramadan. Konsep paket Ramadan yang ditawarkan memungkinkan pengunjung mengikuti seluruh rangkaian acara secara terpadu di kawasan ISC.
Melalui kegiatan ini, ISC membuktikan bahwa belajar sains dapat menjadi pengalaman yang hangat, reflektif, dan sarat makna terutama ketika semesta seolah ikut bertasbih di bawah cahaya gerhana. (ver)
