Houthi Yaman Serang Israel, Iran Perketat Penjagaan di Selat Hormuz

Kelompok Houthi Yaman untuk pertama kalinya menyerang Israel dengan rudal dan drone. Konflik Timur Tengah kian memanas, korban sipil terus bertambah dan ekonomi global terancam.

Minggu, 29 Maret 2026 - 11:16 WIB
Houthi Yaman Serang Israel, Iran Perketat Penjagaan di Selat Hormuz
Kelompok Houthi dari Yaman melancarkan serangan terhadap Israel, Sabtu (28/3/2026). (Dok X Pakistan TV)

HALLONEWS.ID – Eskalasi konflik di Timur Tengah kian mengkhawatirkan setelah kelompok Houthi dari Yaman resmi melancarkan serangan terhadap Israel, Sabtu (28/3/2026).

Serangan kelompok Houthi ini menjadi yang pertama sejak konflik besar antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran pecah pada akhir Februari lalu.

Kelompok Houthi, yang menguasai sebagian wilayah utara Yaman, meluncurkan dua serangan menggunakan rudal dan drone dalam waktu kurang dari 24 jam. Militer Israel mengklaim seluruh serangan berhasil dicegat, namun situasi ini tetap memicu kekhawatiran global akan meluasnya perang.

Houthi menegaskan seperti dilansir Al Jazeera, Minggu (29/3/2026), aksi ini merupakan bentuk dukungan terhadap poros perlawanan di Palestina, Lebanon, Irak, dan Iran.

Mereka juga berjanji akan melancarkan serangan lanjutan sebagai respons atas operasi militer yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran.

Keterlibatan Houthi dinilai membuka front baru dalam konflik yang sudah menelan ribuan korban jiwa. Sebelumnya, kelompok ini sempat mengganggu jalur perdagangan global melalui Laut Merah saat konflik Gaza berlangsung.

Kini, ancaman serupa kembali muncul, terutama di jalur strategis seperti Selat Bab al-Mandeb.

Di sisi lain, Iran dilaporkan semakin memperketat kontrol di Selat Hormuz, yang jadi jalur penting bagi distribusi sekitar 20 persen minyak dunia.

Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran terhadap dampak ekonomi global, termasuk potensi lonjakan harga energi dan gangguan rantai pasok internasional.

Sementara itu, serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran masih terus berlangsung. Dalam 24 jam terakhir, sejumlah fasilitas militer dan penelitian dilaporkan menjadi target, termasuk kawasan di Teheran dan Kota Zanjan.

Media Iran menyebut sedikitnya lima orang tewas dalam serangan terbaru tersebut.

Kementerian Kesehatan Iran mencatat total korban tewas telah mencapai 1.937 orang sejak konflik dimulai, termasuk ratusan anak-anak. Selain itu, puluhan ribu properti sipil dilaporkan rusak akibat serangan yang terus berlanjut.

Situasi ini semakin mempertegas bahwa warga sipil menjadi pihak yang paling terdampak. Tanpa adanya terobosan diplomatik, banyak pihak khawatir konflik ini akan semakin meluas dan sulit dikendalikan.(wib)