Imigrasi Ingatkan Bahaya Haji Nonprosedural, Jamaah Terancam Masalah Hukum di Luar Negeri

Keberangkatan haji tanpa jalur resmi dinilai berisiko tinggi. Imigrasi Bali menegaskan langkah penundaan dilakukan demi perlindungan jamaah.

Sabtu, 23 Mei 2026 - 22:30 WIB
Imigrasi Ingatkan Bahaya Haji Nonprosedural, Jamaah Terancam Masalah Hukum di Luar Negeri
Imigrasi Ingatkan Bahaya Haji Jalur Ilegal, Warga Diminta Jangan Nekat. (Ditjen Imigrasi for Hallonews.)

HALLONEWS.ID – Kasus dugaan keberangkatan haji nonprosedural yang terus berhasil digagalkan

Kali ini di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sebanyak 13 warga negara Indonesia ditunda keberangkatannya setelah petugas Imigrasi menemukan indikasi perjalanan menuju ibadah haji tanpa dokumen resmi yang sah.

Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan mengatakan, praktik keberangkatan nonprosedural berpotensi menimbulkan banyak risiko bagi jamaah,
mulai dari penipuan hingga persoalan hukum di negara tujuan.

Menurutnya, keberangkatan tanpa prosedur resmi dapat membuat jamaah kehilangan perlindungan hukum dan akses pelayanan selama berada di luar negeri.

“Jangan sampai masyarakat menjadi korban karena tergiur janji keberangkatan cepat,” ujar Bugie pada Sabtu (23/5/2026).

Ia menegaskan, Imigrasi akan terus memperkuat pengawasan terhadap seluruh perlintasan internasional selama musim haji berlangsung.

Dalam kasus ini, petugas menemukan adanya indikasi penyamaran tujuan perjalanan serta komunikasi internal rombongan yang mengarah pada upaya menghindari pemeriksaan petugas.

“Petugas juga menemukan pesan agar anggota keluarga tidak mengantar jamaah ke bandara demi menghindari kecurigaan,” kata Bugie.

Menurut Bugie, langkah penundaan keberangkatan bukan untuk menghambat ibadah masyarakat, melainkan bentuk perlindungan negara terhadap warga negara Indonesia.

“Negara hadir untuk memastikan masyarakat berangkat dengan aman, legal, dan terlindungi,” ucapnya.

Imigrasi mengimbau masyarakat agar selalu menggunakan jalur resmi yang telah diatur pemerintah demi keamanan dan kenyamanan selama menjalankan ibadah haji.

“Masyarakat diminta jangan tergiur dan nekat,” pungkasnya. (fer)