Investasi IKN Lampaui Rp72 Triliun, Ekonomi Baru Mulai Bergerak

Otorita IKN mencatat investasi pembangunan Nusantara mencapai Rp72,39 triliun dengan keterlibatan investor lokal dan asing di sektor hunian, energi, hingga kawasan komersial.

Selasa, 19 Mei 2026 - 10:00 WIB
Investasi IKN Lampaui Rp72 Triliun, Ekonomi Baru Mulai Bergerak
Juru Bicara Otorita IKN Troy Pantouw mengatakan besarnya investasi yang masuk menunjukkan proses pembangunan Nusantara terus bergerak. Foto: IKN for HalloNews

HALLONEWS.ID – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mencatat nilai investasi yang masuk ke proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara terus bertambah dan kini telah mencapai sekitar Rp72,39 triliun. Angka tersebut dinilai menjadi sinyal kuat bahwa minat investor terhadap pengembangan ibu kota baru masih terjaga.

Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, mengatakan besarnya investasi yang masuk menunjukkan proses pembangunan Nusantara terus bergerak menuju pembentukan ekosistem kota yang lebih lengkap dan aktif.

Menurut Troy, pembangunan IKN tidak hanya berfokus pada proyek fisik, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan pusat kehidupan baru melalui penyediaan hunian, layanan publik, kawasan bisnis, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.

“Kepercayaan investor terhadap IKN terus tumbuh. Nusantara dibangun bukan hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga sebagai kota masa depan dengan ekosistem kehidupan yang lengkap,” ujar Troy dalam keterangan tertulis yang dikutip, Senin (18/5/2026)

Ia menjelaskan total investasi tersebut terdiri atas investasi swasta murni senilai Rp60,29 triliun dan dukungan fasilitas publik serta penugasan kementerian/lembaga sekitar Rp12,10 triliun.

Hingga saat ini, tercatat sudah ada 75 Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 65 pelaku usaha yang terlibat dalam investasi swasta, serta 15 proyek penugasan dari kementerian dan lembaga pemerintah.

Troy menambahkan, keterlibatan investor asing juga mulai terlihat dalam pembangunan IKN. Dari total kerja sama yang ada, 11 di antaranya berasal dari perusahaan luar negeri yang berasal dari sejumlah negara seperti Korea Selatan, Tiongkok, Uni Emirat Arab, Rusia, Malaysia, dan Singapura.

Sementara sisanya didominasi pelaku usaha nasional yang bergerak di berbagai sektor strategis, mulai dari pembangunan hunian, energi, infrastruktur, akomodasi, fasilitas olahraga, hingga kawasan komersial.

Selain proyek besar, geliat ekonomi di kawasan Nusantara juga mulai terlihat melalui bertambahnya aktivitas usaha pendukung kebutuhan masyarakat dan pekerja di kawasan tersebut.

Masuknya sejumlah merek usaha nasional, termasuk Roti O, disebut menjadi salah satu indikator mulai tumbuhnya aktivitas ekonomi di IKN.

Pihak pengelola gerai mengaku antusiasme pengunjung cukup tinggi sejak hari pertama pembukaan dan optimistis kawasan IKN akan semakin ramai seiring berkembangnya aktivitas masyarakat dan wisatawan di masa mendatang.

Troy menilai bertambahnya aktivitas bisnis menunjukkan investor mulai melihat IKN sebagai pasar baru dengan potensi jangka panjang.

“Ketika infrastruktur dasar, layanan publik, hunian, dan kegiatan ekonomi mulai berjalan, maka sebuah kota mulai hidup. Investasi yang masuk saat ini menjadi fondasi menuju terbentuknya ekosistem perkotaan di Nusantara,” katanya. (agn)