Israel Gempur Teheran, Iran Balas Ribuan Drone dan Rudal

Konflik Israel–Iran memasuki hari kedelapan dengan eskalasi besar. Israel menggempur Teheran dengan ribuan bom, sementara Iran meluncurkan ratusan rudal dan drone serta bersiap memilih pemimpin tertinggi baru.

Minggu, 8 Maret 2026 - 14:33 WIB
Israel Gempur Teheran, Iran Balas Ribuan Drone dan Rudal
Kepulan asap tebal membubung dari lokasi kebakaran di dekat Menara Azadi setelah serangan udara menghantam area sekitar Bandara Internasional Mehrabad di Teheran, Iran, Sabtu (7/3/2026) waktu setempat. Foto: CGTN for Hallonews

HALLONEWS.ID – Konflik antara Israel dan Iran semakin memanas ketika kedua negara meningkatkan operasi militer pada hari kedelapan perang.

Militer Israel kembali melancarkan gelombang serangan udara besar-besaran ke wilayah Iran, sementara Teheran membalas dengan rudal dan drone serta mempersiapkan pemilihan pemimpin tertinggi baru setelah kematian Ali Khamenei.

Militer Israel Defense Forces (IDF) mengatakan Angkatan Udara Israel melancarkan putaran kedua serangan udara pada hari yang sama dengan menargetkan sejumlah fasilitas militer di ibu kota Iran, Teheran.

Serangan tersebut juga menyasar infrastruktur energi yang diduga digunakan untuk mendukung operasi militer Iran.

Selain itu, Israel mengklaim telah menghancurkan pusat komando pertahanan udara yang dioperasikan oleh Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).

Fasilitas tersebut disebut digunakan untuk memantau situasi udara serta mengoordinasikan pertahanan wilayah udara Iran.

Jet tempur Israel juga menyerang berbagai sasaran lain, termasuk sistem pertahanan Udara, fasilitas produksi rudal balistik, pusat komando militer, dan gudang penyimpanan senjata.

Juru bicara militer Israel Daniel Hagari mengatakan operasi udara Israel terus meningkat dalam beberapa hari terakhir.

“Angkatan Udara Israel telah menjatuhkan lebih dari 7.500 bom dalam serangan terhadap Iran selama seminggu terakhir,” kata Hagari seperti dikutip dari CGTN, Minggu (8/3/2026).

Ia menambahkan bahwa Israel telah melancarkan lebih dari 3.400 serangan udara sejak konflik dimulai.

Fasilitas Rudal Iran Jadi Target

Menurut militer Israel, ratusan jet tempur juga menyerang dua fasilitas produksi rudal balistik utama Iran di Parchin dan Shahrud.

Serangan tersebut diklaim telah merusak secara signifikan kemampuan Iran dalam memproduksi rudal.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan serangan terhadap Iran akan terus berlanjut.

“Serangan Israel akan terus berlangsung dengan kekuatan penuh dan momentum tanpa kompromi,” kata Netanyahu dalam pidato yang disiarkan televisi pada Sabtu (7/3/2026) waktu setempat.

Ia juga menyatakan Israel memiliki rencana yang matang dengan berbagai kejutan yang ditujukan untuk melemahkan kepemimpinan Iran.

Iran Balas dengan Rudal dan Drone

Di sisi lain, Iran meningkatkan serangan balasan melalui Islamic Revolutionary Guard Corps.

IRGC mengumumkan peluncuran gelombang ke-26 operasi militernya, yang melibatkan berbagai jenis rudal dan drone.

Beberapa senjata yang digunakan dalam serangan tersebut antara lain rudal Emad generasi baru, rudal Qadr, dan rudal Khorramshahr-4.

IRGC mengatakan serangan tersebut menargetkan berbagai lokasi di Israel, termasuk Tel Aviv dan Haifa.

Menurut militer Iran, gelombang serangan sebelumnya berhasil menghancurkan sejumlah sistem radar Israel sehingga memudahkan operasi berikutnya.

Iran juga menegaskan bahwa semua rudal yang diluncurkan berhasil mengenai sasaran.

Iran Bersiap Memilih Pemimpin Baru

Di tengah eskalasi perang, perkembangan politik penting juga terjadi di Teheran.

Seorang anggota Majelis Pakar Iran mengatakan bahwa badan tersebut akan mengadakan pertemuan dalam waktu 24 jam untuk memilih pemimpin tertinggi baru Iran.

Majelis Pakar merupakan lembaga yang memiliki kewenangan memilih dan mengawasi pemimpin tertinggi negara tersebut.

Juru bicara IRGC Ali Mohammad Naini mengatakan Iran telah melancarkan ratusan serangan selama minggu pertama konflik.

Menurut data militer Iran, sebanyak 600 serangan rudal telah diluncurkan, 2.600 operasi drone, dan lebih dari 200 target strategis berhasil dihantam.

Target tersebut termasuk pangkalan militer Amerika Serikat dan fasilitas penting Israel.

IRGC juga menyebut telah menyerang 17 kapal milik AS, Israel, dan sekutunya di kawasan Timur Tengah.

Iran Tegaskan Hak Membela Diri

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan negaranya tetap berkomitmen menjaga hubungan baik dengan negara-negara di kawasan.

Namun ia menegaskan Iran memiliki hak untuk mempertahankan diri dari serangan yang disebutnya sebagai agresi militer.

“Iran akan dengan tegas membela negaranya dan melawan hingga akhir,” kata Pezeshkian dalam unggahan di media sosial.

Dengan meningkatnya serangan dari kedua belah pihak, konflik Israel–Iran kini berpotensi meluas menjadi krisis regional yang lebih besar di Timur Tengah. (ren)