Israel Serang Ladang Gas Terbesar Iran, Kepala Intelijen IRGC Dilaporkan Tewas

Israel melancarkan serangan terhadap ladang gas South Pars di Iran dan dilaporkan menewaskan kepala intelijen Garda Revolusi Iran dalam serangan di Teheran yang semakin meningkatkan eskalasi perang Timur Tengah.

Senin, 6 April 2026 - 20:31 WIB
Israel Serang Ladang Gas Terbesar Iran, Kepala Intelijen IRGC Dilaporkan Tewas
Kepala Intelijen Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Mayor Jenderal Seyyed Majid Khademi, dilaporkan tewas dalam serangan udara di Teheran di tengah konflik Iran dan Israel. Foto: Sky News for Hallonews

HALLONEWS.ID – Israel melancarkan serangan terhadap kompleks gas South Pars di Iran yang merupakan ladang gas terbesar di dunia, sementara kepala intelijen Korps Garda Revolusi Iran dilaporkan tewas dalam serangan di Teheran pada hari yang sama.

Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengatakan militer Israel melakukan serangan terhadap fasilitas petrokimia di kawasan South Pars pada Senin (6/4/2026), sebagai bagian dari operasi militer terhadap infrastruktur strategis Iran.

Seperti dilansir Sky News, Kompleks South Pars merupakan ladang gas terbesar di dunia dan menjadi salah satu sumber utama energi dan pendapatan Iran, sehingga serangan terhadap fasilitas tersebut dinilai sebagai eskalasi besar dalam konflik Iran–Israel yang sedang berlangsung.

Media pemerintah Iran melaporkan bahwa beberapa ledakan terdengar di kawasan kompleks gas tersebut, sementara beberapa fasilitas pendukung seperti instalasi listrik dan air dilaporkan menjadi sasaran serangan.

Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan setelah ultimatum Amerika Serikat kepada Iran terkait pembukaan Selat Hormuz serta konflik militer yang telah berlangsung sejak akhir Februari 2026 dan telah menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur energi dan militer di kawasan Timur Tengah.

Selain serangan terhadap fasilitas energi, Iran juga melaporkan bahwa Kepala Intelijen Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Mayor Jenderal Seyyed Majid Khademi, tewas dalam serangan di Teheran pada Minggu (5/4/2026) malam.

Militer Israel kemudian mengonfirmasi bahwa Angkatan Udara Israel melakukan serangan yang menewaskan Khademi, yang disebut sebagai salah satu komandan intelijen paling senior di Garda Revolusi Iran dan tokoh penting dalam sistem keamanan Iran.

Israel menyatakan operasi tersebut merupakan bagian dari strategi untuk melemahkan struktur komando dan intelijen Iran, dan menyebut kematian Khademi sebagai pukulan besar bagi kemampuan militer dan intelijen Iran.

Serangan terhadap ladang gas terbesar Iran dan tewasnya pejabat intelijen senior tersebut menunjukkan eskalasi konflik yang semakin serius dan berpotensi memperluas perang di kawasan Timur Tengah, terutama karena serangan kini tidak hanya menargetkan fasilitas militer tetapi juga infrastruktur energi strategis.

Konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang berlangsung sejak akhir Februari 2026 kini telah berdampak pada pasar energi global, jalur pelayaran internasional, serta stabilitas politik dan keamanan di kawasan Timur Tengah. (ren)