Jet Tempur AS Jatuh, Pilot Diburu hingga Helikopter Penyelamat Ditembaki dari Darat

Perang Iran hari ke-35 memanas setelah jet tempur AS jatuh. Pilot dilaporkan diburu, bahkan helikopter penyelamat ditembaki di wilayah Iran.

Sabtu, 4 April 2026 - 11:16 WIB
Jet Tempur AS Jatuh, Pilot Diburu hingga Helikopter Penyelamat Ditembaki dari Darat
Sebuah video yang telah diverifikasi menunjukkan sekelompok pria bersenjata di Iran menembaki helikopter militer AS yang tengah melakukan operasi penyelamatan pilot F-15. ( Akun X Neutrino for Hallonews)

HALLONEWS.ID – Memasuki hari ke-35 konflik bersenjata antara Iran dan Amerika Serikat, situasi semakin memanas setelah sebuah jet tempur milik AS dilaporkan jatuh di wilayah Iran.

Dua pejabat Amerika seperti dikutip Sky News, Sabtu (4/4/2026), mengonfirmasi bahwa pesawat jenis F-15 dua kursi mengalami insiden di atas wilayah Iran. Meski penyebab jatuhnya belum diungkap secara resmi oleh militer AS, laporan dari pihak Iran sebelumnya menyebut pesawat tersebut ditembak jatuh.

Menurut laporan media AS, salah satu pilot berhasil diselamatkan dalam operasi pencarian dan penyelamatan. Namun, situasi di lapangan disebut sangat berbahaya, dengan berbagai laporan yang menyebut adanya upaya pemburuan terhadap pilot tersebut di wilayah Iran.

Gambar yang beredar di media sosial dan media pemerintah Iran memperlihatkan puing-puing pesawat yang diduga F-15 tersebut. Bahkan, muncul kabar bahwa sejumlah pihak di Iran menawarkan imbalan bagi siapa saja yang dapat menangkap pilot Amerika tersebut.

Ketegangan semakin meningkat setelah laporan lain menyebutkan bahwa pesawat tempur kedua milik AS, jenis A-10 Thunderbolt atau dikenal sebagai Warthog, juga terkena tembakan dari Iran.

Pesawat tersebut dilaporkan berhasil keluar dari wilayah konflik menuju Kuwait, sebelum akhirnya jatuh setelah pilot melakukan eject untuk menyelamatkan diri.

Di tengah eskalasi militer, situasi di darat juga tidak kalah mencekam. Sebuah video yang telah diverifikasi menunjukkan sekelompok pria bersenjata di Iran menembaki helikopter militer AS yang tengah melakukan operasi penyelamatan pilot F-15.

Dalam rekaman tersebut, terlihat tiga pria bersenjata keluar dari kendaraan dan langsung melepaskan tembakan ke arah helikopter yang terbang rendah.

Bahkan, helikopter kedua yang berada di lokasi juga menjadi sasaran tembakan, memperlihatkan betapa berbahayanya misi penyelamatan tersebut.

Sementara itu, Donald Trump menyatakan bahwa insiden jatuhnya pesawat tidak akan memengaruhi jalannya negosiasi antara kedua pihak.

Ia juga mengklaim bahwa dengan “sedikit waktu tambahan”, jalur strategis Selat Hormuz dapat kembali dibuka.

Namun, dari pihak Iran, sinyal berbeda justru muncul. Media semi-resmi setempat melaporkan bahwa proposal gencatan senjata sementara selama 48 jam yang diajukan AS telah ditolak.

Pemerintah Iran disebut hanya akan menerima penghentian perang secara permanen, bukan sekadar jeda sementara.

Konflik yang terus memanas ini menimbulkan kekhawatiran global, terutama terkait stabilitas kawasan Timur Tengah dan jalur distribusi energi dunia. Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur utama pengiriman minyak global yang sangat vital.

Dengan meningkatnya intensitas serangan dan ketidakpastian diplomasi, dunia kini menanti apakah konflik ini akan mereda atau justru semakin meluas dalam waktu dekat. (wib)