Lapas Kuningan Bersih-bersih, HP Ilegal dan Narkoba Jadi Target Utama

Apel besar digelar di Lapas Kuningan. Seluruh petugas berikrar menjaga lapas bersih dari handphone ilegal, narkoba, dan praktik penipuan (halinar).

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:37 WIB
Lapas Kuningan Bersih-bersih, HP Ilegal dan Narkoba Jadi Target Utama
Ditjenpas for Hallonews. Foto: Lapas Kuningan, Jabar, canangkan perang melawan handphone ilegal, narkoba, dan praktik penipuan (halinar).

HALLONEWS.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan, Jawa Barat, terus memperkuat komitmen menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari handphone ilegal, narkoba, dan praktik penipuan (Halinar).

Komitmen itu ditegaskan melalui Apel dan Ikrar Pemasyarakatan Bersih Halinar yang digelar di Aula Lapas Kelas IIA Kuningan, Jawa Barat.

Kegiatan tersebut diikuti seluruh jajaran petugas pemasyarakatan serta dihadiri sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), aparat penegak hukum, akademisi, dan mitra kerja.

Hadir dalam acara itu Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan Sukarno Ali, Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, Kasat Resnarkoba Polres Kuningan Jojo Sutarjo, perwakilan Kodim 0615/Kuningan, Kejaksaan Negeri Kuningan, hingga tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan Sukarno Ali menegaskan pemberantasan narkoba, handphone ilegal, dan praktik penipuan menjadi agenda serius yang sejalan dengan arahan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

Ia memastikan tidak ada toleransi bagi siapapun yang terbukti terlibat dalam pelanggaran tersebut.

“Tidak ada ruang bagi oknum yang mencoba memfasilitasi masuknya handphone ilegal maupun narkoba ke dalam lapas. Jika terbukti, akan ditindak tegas sesuai aturan,” ujar Sukarno Ali pada Jumat (8/5/2026).

Menurutnya, sebagai bentuk komitmen, seluruh petugas lapas juga membacakan ikrar bersama untuk menjaga lingkungan pemasyarakatan tetap bersih dari Halinar.

Ikrar tersebut kemudian diperkuat dengan penandatanganan komitmen bersama yang disaksikan para tamu undangan.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani menyerahkan bantuan 28 bibit pisang cavendish kepada pihak lapas sebagai dukungan terhadap program pembinaan dan ketahanan pangan.

Tuti mengapresiasi langkah konkret Lapas Kelas IIA Kuningan dalam memperkuat integritas serta pengawasan internal.

Menurut dia, lembaga pemasyarakatan bukan hanya tempat menjalani hukuman, tetapi juga ruang pembinaan karakter agar warga binaan siap kembali ke masyarakat.

“Pemberantasan narkoba, handphone ilegal, dan praktik penipuan di dalam lapas membutuhkan dukungan semua pihak, bukan hanya petugas pemasyarakatan,” kata Tuti.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kuningan siap mendukung upaya pembenahan di lingkungan pemasyarakatan demi terciptanya keamanan dan ketertiban yang berdampak positif bagi daerah.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama memerangi narkoba serta mendukung program pembinaan keterampilan dan ketahanan pangan bagi warga binaan agar kembali produktif setelah bebas,” pungkasnya. (fer)