LKC Dompet Dhuafa Perluas Jejaring Sehat Indonesia di Banyumas Raya, Akses Kesehatan Dhuafa Makin Kuat

LKC Dompet Dhuafa kembangkan Jejaring Sehat Indonesia di Banyumas Raya. Program ini perkuat layanan ambulans dan akses kesehatan bagi masyarakat dhuafa.

Selasa, 21 April 2026 - 10:00 WIB
LKC Dompet Dhuafa Perluas Jejaring Sehat Indonesia di Banyumas Raya, Akses Kesehatan Dhuafa Makin Kuat
Layanan kesehatan di LKC Dompet Dhuafa di wilayah Banyumas Raya.(Dompet Dhuafa for Hallonews)

HALLONEWS.ID – Dompet Dhuafa melalui Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Jawa Tengah terus memperluas akses kesehatan bagi masyarakat dhuafa dengan mengembangkan program Jejaring Sehat Indonesia (JSI) di wilayah Banyumas Raya.

Penguatan jejaring ini mencakup sejumlah daerah seperti Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Cilacap, dan Kebumen. Kegiatan sosialisasi Nota Kesepahaman (MoU) dan Standar Operasional Prosedur (SOP) digelar di Baturraden pada Minggu (19/4/2026).

Program Jejaring Sehat Indonesia sendiri merupakan inisiatif yang diluncurkan sejak 2023 untuk memperluas layanan kesehatan berbasis kolaborasi. Fokus utamanya meliputi penyediaan layanan ambulans, pelatihan relawan kesehatan, serta pelayanan kesehatan holistik bagi masyarakat kurang mampu.

Hingga kini, program tersebut telah berkembang di 13 provinsi dengan melibatkan berbagai mitra lokal. Di Jawa Tengah, JSI memiliki sekitar 30 mitra yang tersebar di berbagai wilayah dan terbagi dalam tiga zona layanan, yakni Kedu Raya, Banyumas Raya, dan Pantura.

Penanggung Jawab Respon Darurat Kesehatan LKC Dompet Dhuafa Jawa Tengah, Agung Dwi Fahma Rizqi, menyampaikan bahwa kebutuhan layanan ambulans saat ini terus meningkat, khususnya bagi pasien dhuafa dengan penyakit kronis.

“Permintaan layanan ambulans cukup tinggi dan tersebar di berbagai wilayah. Melalui penguatan Jejaring Sehat Indonesia, kami berharap layanan ini dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat secara efektif,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan mitra JSI dari Gumelar Peduli Ummat, Andayati, mengapresiasi kolaborasi yang telah terjalin. Menurutnya, program ini tidak hanya memperluas jangkauan layanan, tetapi juga meningkatkan kapasitas relawan di lapangan.

“Kami mendapatkan banyak manfaat, termasuk peningkatan kapasitas relawan dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Kepala LKC Dompet Dhuafa Jawa Tengah, Titi Ngudiati, menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama dalam memperluas manfaat layanan kesehatan.

Ia optimistis sinergi dengan berbagai pihak akan membuat layanan kesehatan bagi masyarakat dhuafa semakin luas, mudah diakses, dan berkelanjutan, khususnya di wilayah Jawa Tengah.

Sebagai lembaga filantropi Islam, Dompet Dhuafa terus menghadirkan program berbasis pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial kebencanaan, hingga dakwah dan budaya. Upaya ini sejalan dengan komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan pemberdayaan yang berkelanjutan.

Dengan penguatan Jejaring Sehat Indonesia di Banyumas Raya, diharapkan semakin banyak masyarakat dhuafa yang mendapatkan akses layanan kesehatan yang cepat, tepat, dan terjangkau. (adv)