Macron: Eropa Harus Lepas dari Bayang-Bayang AS, Siapkan Aliansi Nuklir Sendiri
Emmanuel Macron menyerukan Eropa mandiri dari AS, siapkan aliansi nuklir baru bersama Jerman untuk hadapi Rusia.

HALLONEWS.ID-Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerukan agar Eropa mulai membangun sistem keamanan sendiri yang tidak lagi bergantung pada Amerika Serikat. Dalam pidatonya di Konferensi Keamanan Munich atau Munich Security Conference (MSC) yang berlanjuk sejak 13-15 Februari 2026, Macron menilai bahwa struktur pertahanan lama sudah usang dan tak mampu lagi menjawab agresivitas Rusia.
“Kita harus merancang ulang arsitektur keamanan kita sendiri. Letak geografis Eropa tak berubah, dan kita akan tetap hidup berdampingan dengan Rusia,” tegasnya di Munich, Jumat (13/2/2026).
Macron menilai masa depan keamanan benua harus ditentukan oleh bangsa Eropa sendiri, bukan oleh Washington atau kekuatan luar lainnya.
Prancis–Jerman Bahas Kerja Sama Nuklir Rahasia
Macron juga mengungkapkan dimulainya dialog strategis rahasia dengan Jerman dan sekutu Eropa lain untuk memperkuat sistem pencegahan nuklir bersama. Langkah ini disebutnya sebagai bagian dari pendekatan “menyeluruh dan kolaboratif” dalam pertahanan kawasan.
Kanselir Jerman Friedrich Merz membenarkan adanya pembicaraan tersebut. Ia menegaskan bahwa Jerman tetap menghormati kewajiban di bawah NATO, namun menolak munculnya “zona keamanan terpisah” di dalam Eropa.
“Kami berdiskusi serius soal masa depan pencegahan nuklir Eropa, tanpa menciptakan jurang baru di antara negara anggota,” ujar Merz.
Untuk pertama kalinya sejak Perang Dingin berakhir, para pemimpin Eropa secara terbuka mempertimbangkan strategi pertahanan yang tidak sepenuhnya bergantung pada payung nuklir Amerika.
Macron mengatakan rincian inisiatif ini akan dijelaskan dalam waktu dekat, menandai babak baru dalam kebijakan keamanan Eropa yang lebih otonom.
Macron: Eropa Harus Bangga, Bukan Takut
Selain isu militer, Macron juga menyoroti bagaimana Eropa sering digambarkan secara negatif, seolah benua yang lemah, tua, dan terpecah. Ia menolak narasi tersebut dan menegaskan bahwa Eropa memiliki kekuatan besar yang kerap diremehkan.
“Kita sering difitnah sebagai ekonomi lamban dan masyarakat yang kehilangan identitas. Tapi seharusnya dunia meniru kita, bukan memecah belah kita,” katanya disambut tepuk tangan di Munich.
Macron menilai saatnya Eropa berhenti ragu, berdiri sejajar dengan kekuatan global, dan menentukan masa depannya sendiri — termasuk dalam hal keamanan dan pertahanan. (ren)
