Mantan Ajudan Prabowo Jabat Kepala BGN, Intip Rekam Jejak dan Harta Kekayaan Sudaryono
Sudaryono resmi ditunjuk sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Simak profil mantan ajudan Prabowo, perjalanan karier, dan harta kekayaannya yang mencapai Rp31,3 miliar.

HALLONEWS.ID – Nama Sudaryono kembali menjadi sorotan setelah Presiden Prabowo Subianto menunjuknya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Nanik Sudaryati Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan.
Politikus Partai Gerindra yang juga menjabat Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) itu dipercaya memimpin lembaga yang mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo.
Sebelum menduduki jabatan tersebut, Sudaryono dikenal sebagai sosok yang memiliki hubungan dekat dengan Presiden Prabowo. Ia pernah menjadi ajudan sekaligus orang kepercayaan Prabowo ketika masih menjabat Menteri Pertahanan.
Di balik penunjukannya sebagai Kepala BGN, publik juga menyoroti perjalanan karier serta harta kekayaan Sudaryono yang berdasarkan laporan LHKPN mencapai Rp31,39 miliar setelah dikurangi utang.
Berasal dari Keluarga Petani di Grobogan
Sudaryono lahir di Dusun Mangunrejo, Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada 23 Januari 1985. Ia merupakan putra tunggal pasangan Yahyo, seorang petani, dan Suwarni.
Latar belakang keluarga sederhana tidak menghalanginya meraih pendidikan tinggi hingga ke luar negeri. Sudaryono memperoleh beasiswa untuk menempuh pendidikan di National Defense Academy of Japan dan menyelesaikan studinya pada periode 2004-2009.
Pengalaman menempuh pendidikan di Jepang menjadi salah satu modal yang kemudian mengantarkannya memasuki dunia profesional maupun pemerintahan. Salah satu fase penting dalam perjalanan karier Sudaryono adalah saat dipercaya menjadi ajudan Prabowo Subianto.
Kedekatan itu membuatnya terlibat dalam berbagai aktivitas Prabowo, baik ketika masih aktif di dunia politik maupun saat menjabat Menteri Pertahanan.
Hubungan profesional tersebut terus berlanjut hingga Prabowo menjadi Presiden RI. Kini, Sudaryono kembali memperoleh kepercayaan dengan menduduki jabatan strategis sebagai Kepala
Karier di Dunia Bisnis dan Organisasi
Sebelum aktif di pemerintahan, Sudaryono lebih dulu membangun karier di sektor swasta.
Pada 2014, ia menjabat Corporate Secretary Nusantara Energy. Empat tahun kemudian dipercaya menjadi Chief Executive Officer (CEO) Garuda TV.
Sejak 2019, ia juga memimpin PT Nusantara Telematics System, kemudian menjadi Chairman PT Sahabat Sejati Sejahtera Farma mulai 2020. Tak hanya di dunia bisnis, Sudaryono aktif memimpin berbagai organisasi.
Ia dipercaya menjadi:
– Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI).
– Ketua Dewan Pembina Pedagang Pejuang Indonesia Raya (PAPERA).
– CEO Indonesian Defense and Security Technologies.
– Pengurus di sejumlah organisasi sosial dan ekonomi lainnya.
Dari Gerindra hingga Masuk Kabinet
Karier politik Sudaryono berkembang bersama Partai Gerindra. Ia pernah menjabat Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah, sebelum akhirnya dipercaya masuk ke pemerintahan.
Pada Juli 2024, Presiden ke-7 Joko Widodo melantiknya sebagai Wakil Menteri Pertanian, menggantikan Harvick Hasnul Qolbi.
Saat Prabowo membentuk Kabinet Merah Putih, Sudaryono kembali dipertahankan sebagai Wakil Menteri Pertanian dan dilantik pada 21 Oktober 2024. Kini, melalui keputusan Presiden, ia kembali mendapat amanah baru sebagai Kepala Badan Gizi Nasional.
Harta Kekayaan Capai Rp31,39 Miliar
Selain perjalanan kariernya, laporan e-LHKPN KPK juga memperlihatkan besarnya aset yang dimiliki Sudaryono. Laporan yang disampaikan pada 29 Maret 2026 mencatat total asetnya mencapai Rp91,76 miliar.
Namun, Sudaryono juga memiliki utang sebesar Rp60,36 miliar, sehingga total kekayaan bersih yang dilaporkan mencapai Rp31.394.894.928.
Aset Properti Mendominasi
Komponen terbesar kekayaan Sudaryono berasal dari tanah dan bangunan senilai Rp69,69 miliar.
Ia tercatat memiliki lebih dari 20 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di berbagai daerah, antara lain: Bogor, Jakarta Selatan, Depok, Tangsel, Semarang, Klaten, Sukoharjo, Jepara.
Beberapa aset bernilai tinggi di antaranya:
– Tanah dan bangunan di Klaten senilai Rp14 miliar.
– Properti di Semarang senilai Rp16 miliar.
– Dua bidang tanah di Jakarta Selatan dengan nilai masing-masing Rp4,2 miliar.
Koleksi Kendaraan
Sudaryono juga memiliki kendaraan dengan total nilai Rp1,07 miliar, terdiri dari:
– Toyota Fortuner 2014.
– Toyota Innova 2018.
– Toyota Fortuner 2022.
– Toyota Innova 2023.
– Sebuah sepeda motor tahun 2022.
Surat Berharga dan Kas
Selain properti dan kendaraan, Sudaryono juga melaporkan:
– Surat berharga: Rp7,64 miliar.
– Kas dan setara kas: Rp13,34 miliar. (dul)
