Hotman Paris Minta Maaf ke Wartawan dan PWI, Mengaku Emosi Saat di Jumpa Pers Kasus Febrie

Hotman Paris meminta maaf kepada wartawan dan PWI usai ucapannya saat konferensi pers menuai kritik. Ia mengaku terpancing emosi karena pertanyaan berulang.

Senin, 20 Juli 2026 - 11:16 WIB
Hotman Paris Minta Maaf ke Wartawan dan PWI, Mengaku Emosi Saat di Jumpa Pers Kasus Febrie
Potongan video Hotman Paris minta maaf ke wartawan dan PWI. (Foto: IG @hotmanparisofficial)

HALLONEWS.ID – Hotman Paris akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka setelah pernyataannya kepada wartawan saat konferensi pers terkait kasus mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) menuai polemik.

Pengacara kondang itu mengaku emosinya terpancing karena mendapat pertanyaan berulang yang menurutnya tidak bisa ia jawab.

Dalam pernyataan resminya, Hotman Paris menyampaikan permintaan maaf kepada Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), seluruh organisasi wartawan, serta jurnalis yang merasa tersinggung atas ucapannya.

“Saya menyatakan maaf sebesar-besarnya atas pernyataan saya pada waktu konferensi pers di kasus mantan Jampidsus,” kata Hotman dalam video permintaan maaf berdurasi dua menit tujuh detik tersebut, Senin (20/7/2026).

Ia menjelaskan, potongan video yang beredar di media sosial hanya menampilkan bagian akhir ketika dirinya melontarkan kalimat, ‘Lu punya otak enggak sih?’, tanpa memperlihatkan konteks percakapan secara utuh.

Menurut Hotman, insiden itu bermula ketika seorang wartawan menanyakan dugaan adanya hidden agenda dari sebuah institusi penegak hukum. Ia mengaku sudah menjawab bahwa dirinya tidak memiliki kapasitas untuk memberikan penilaian mengenai hal tersebut.

Namun, sebelum selesai menjawab, wartawan lain kembali mengajukan pertanyaan mengenai dugaan kesalahan institusi yang sama.

“Saya sudah berkali-kali bilang saya tidak tahu dan tidak punya kapasitas untuk menjawab. Tapi ditanya lagi, ditanya lagi. Akhirnya saya emosi,” katanya.

Karena merasa terus didesak dengan pertanyaan serupa, Hotman mengaku spontan melontarkan kalimat yang kemudian menjadi sorotan publik.

Meski demikian, ia mengakui bahwa ucapan tersebut tidak semestinya disampaikan kepada wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik.

“Sekali lagi saya menyatakan minta maaf kepada wartawan tersebut maupun kepada organisasi wartawan di seluruh Indonesia. Tidak ada niat apa pun. Selama ini saya sangat dekat dengan wartawan,” ucapnya.

Hotman juga menegaskan bahwa emosinya saat itu muncul semata-mata karena merasa terus mendapat pertanyaan yang menurutnya berada di luar kapasitasnya untuk dijawab.

Sebelumnya, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat mengecam ucapan Hotman Paris yang dinilai merendahkan profesi wartawan.

Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir menegaskan bahwa mengajukan pertanyaan kepada narasumber merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tugas jurnalistik yang dilindungi

Menurutnya, setiap narasumber memang memiliki hak untuk menjawab ataupun menolak menjawab pertanyaan. Namun, hak tersebut tidak boleh disertai dengan tindakan yang merendahkan martabat profesi wartawan.

“Wartawan bekerja untuk kepentingan publik dan dilindungi oleh Undang-Undang Pers,” tegas Akhmad Munir dalam keterangannya.

Ia juga menegaskan bahwa PWI tidak mencampuri substansi perkara hukum yang sedang ditangani Hotman Paris sebagai advokat.

Sikap organisasi semata-mata bertujuan menjaga marwah profesi wartawan agar dapat menjalankan tugas secara bebas, profesional, dan bermartabat tanpa intimidasi verbal dari siapa pun.

Permintaan maaf yang disampaikan Hotman Paris diharapkan dapat meredakan polemik yang berkembang, meski pernyataannya sebelumnya telah memicu perdebatan luas mengenai etika komunikasi antara narasumber dan insan pers saat menjalankan tugas jurnalistik. (dul)