Menpora Erick Thohir Perkuat Pembinaan Olahraga Disabilitas

Menpora Erick Thohir menegaskan komitmen pemerintah memperkuat olahraga disabilitas melalui program sertifikasi pelatih bagi penyandang disabilitas dan peningkatan pembinaan atlet nasional

Senin, 22 Juni 2026 - 16:17 WIB
Menpora Erick Thohir Perkuat Pembinaan Olahraga Disabilitas
Presiden Prabowo Subianto bersama Menpora Erick Thohir di Hambalang. Foto hallonews/kemenpora

HALLONEWS.ID – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat pembinaan olahraga disabilitas di Indonesia.

Komitmen tersebut disampaikan usai pertemuannya dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Hambalang.

Dalam pertemuan tersebut, Menpora melaporkan sejumlah program prioritas Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), termasuk pengembangan olahraga disabilitas yang menjadi perhatian khusus Presiden Prabowo.

Salah satu program yang tengah didorong adalah sertifikasi kepelatihan bagi penyandang disabilitas.

“Program ini bertujuan membuka peluang bagi atlet disabilitas untuk tetap berkontribusi di dunia olahraga sebagai pelatih setelah menyelesaikan karier kompetitif mereka,” kata Erick, Senin (22/6/2026).

Menurut Eric, atlet disabilitas tidak boleh hanya mendapatkan apresiasi saat meraih prestasi, tetapi juga perlu memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pengabdian mereka dalam pembinaan olahraga nasional.

Program sertifikasi tersebut telah mulai dijalankan melalui kegiatan Trainer of Trainers (TOT) Penggerak Olahraga Disabilitas yang dilaksanakan Kemenpora bekerja sama dengan National Paralympic Committee Indonesia.

Selain mencetak pelatih, program ini juga menjadi bagian dari upaya memperluas budaya olahraga di kalangan penyandang disabilitas.

Pemerintah ingin memastikan seluruh warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dan berprestasi di bidang olahraga.

Erick mengungkapkan, jumlah penyandang disabilitas di Indonesia mencapai sekitar 23,9 hingga 25,9 juta jiwa.

Dari jumlah tersebut, sekitar 11 persen atau hampir dua juta orang tercatat aktif berolahraga.

Besarnya jumlah masyarakat disabilitas yang terlibat dalam aktivitas olahraga dinilai membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang memadai, termasuk pelatih dan penggerak olahraga yang kompeten.

Kebutuhan tersebut juga mencakup sekolah-sekolah yang memerlukan tenaga kepelatihan dengan keahlian khusus dalam pembinaan olahraga disabilitas.

Menurutnya, regenerasi atlet untuk menghadapi berbagai ajang olahraga disabilitas tingkat nasional maupun internasional harus diimbangi dengan ketersediaan pelatih yang cukup dan berkualitas.

Dalam kesempatan yang sama, Erick juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo berencana mengunjungi National Paralympic Training Center.

Kunjungan tersebut bertujuan meninjau langsung fasilitas pelatihan sekaligus melihat aktivitas para atlet disabilitas yang tengah menjalani pembinaan.

Pemerintah berharap berbagai program yang dijalankan dapat memperluas akses, meningkatkan kualitas pembinaan, serta memastikan penyandang disabilitas memperoleh kesempatan yang setara dalam dunia olahraga Indonesia. (opy)