Kick Off Sensus Ekonomi 2026 di Bogor, Wali Kota Jadi Sasaran Pendataan Awal
BPS Kota Bogor resmi memulai Sensus Ekonomi 2026 dengan mendata Wali Kota Dedie A. Rachim sebagai responden perdana. Sebanyak 680 petugas diterjunkan untuk mendata warga dan pelaku usaha hingga 31 Agustus 2026.

HALLONEWS.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bogor memulai pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan melakukan pendataan perdana kepada Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim.
Kegiatan tersebut berlangsung di kediaman wali kota di Kecamatan Bogor Timur pada (22/6/2026).
Pendataan ini menandai dimulainya Sensus Ekonomi 2026 di Kota Bogor yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.
Program ini merupakan agenda strategis nasional untuk memperoleh data komprehensif mengenai kondisi, potensi, dan struktur perekonomian nasional.
Kepala BPS Kota Bogor Raden Gandari Adianti Aju Fatimah mengatakan pendataan terhadap kepala daerah menjadi langkah awal sebelum petugas melakukan pencacahan ke masyarakat dan pelaku usaha di seluruh wilayah Kota Bogor.
“Pendataan perdana ini diawali kepada kepala daerah sebagai bagian dari kick off Sensus Ekonomi 2026. Setelah itu, petugas akan melanjutkan pendataan ke berbagai wilayah dengan metode door to door,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan serupa juga dilakukan serentak di seluruh Indonesia dalam rangka peluncuran Sensus Ekonomi 2026.
Wali Kota dalam kesempatan tersebut mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dan menerima kedatangan petugas BPS selama masa pendataan yang berlangsung mulai 22 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Ia menegaskan, data yang akurat hanya dapat diperoleh melalui dukungan dan keterbukaan masyarakat dalam memberikan informasi yang dibutuhkan petugas.
Dedie juga mengimbau seluruh elemen masyarakat, termasuk aparatur wilayah dan organisasi kemasyarakatan, untuk membantu menyukseskan pelaksanaan sensus.
“Kami berharap masyarakat dapat membuka akses seluas-luasnya kepada petugas BPS agar seluruh aktivitas ekonomi dapat tercatat dengan baik,” katanya.
Ajakan serupa disampaikan Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, yang meminta warga mendukung proses pendataan demi menghasilkan data ekonomi yang akurat dan bermanfaat bagi pembangunan daerah.
Untuk memastikan pelaksanaan berjalan optimal, BPS Kota Bogor menyiapkan 680 petugas yang akan melakukan pendataan langsung ke lapangan.
Rinciannya, 599 Petugas Pencacah Lapangan (PPL) door to door dan 77 Petugas Pemeriksa Lapangan (PML) diterjunkan untuk menjangkau seluruh wilayah Kota Bogor.
Selain itu, BPS juga menyiapkan tiga petugas pencacah khusus usaha besar serta satu petugas pemeriksa usaha besar.
Sensus Ekonomi 2026 akan mencakup berbagai skala usaha serta rumah tangga yang memiliki aktivitas ekonomi.
Data yang dihimpun diharapkan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran.
BPS Kota Bogor mengimbau masyarakat agar tidak ragu menerima petugas sensus yang datang ke rumah maupun tempat usaha.
Seluruh petugas resmi dibekali atribut lengkap berupa rompi Sensus Ekonomi 2026 dan kartu identitas (ID card) resmi.
Pendataan perdana kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor ini diharapkan menjadi bagian dari sosialisasi kepada masyarakat sehingga pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dapat berjalan lancar dan menghasilkan data yang berkualitas. (opy)
