Film “180 Chapter Emak” Angkat Ketulusan Ibu, Pemkot Bogor Apresiasi Kreatifitas Generasi Muda

Film "180 Chapter Emak" mengangkat kisah perjuangan dan cinta seorang ibu dalam keluarga. Pemkot Bogor mengapresiasi karya yang melibatkan SMX School of Maker Bogor

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:01 WIB
Film “180 Chapter Emak” Angkat Ketulusan Ibu, Pemkot Bogor Apresiasi Kreatifitas Generasi Muda
Wakil Wali Kota Bogor apresiasi film 180 Chapter Emak. Foto:(Hallonews/Humas Pemkot Bogor)

HALLONEWS.ID – Kisah tentang ketulusan, pengorbanan, dan cinta seorang ibu diangkat dalam film layar lebar berjudul 180 Chapter Emak.

Film drama keluarga yang diadaptasi dari novel karya Drh. Cecep Moch. Wahyudin ini hadir sebagai tontonan yang sarat pesan moral dan nilai-nilai kehidupan.

Film tersebut merupakan hasil kolaborasi antara SMX School of Maker Bogor dan Askara Nalini Film.

Menariknya, proses produksi tidak hanya melibatkan para profesional industri kreatif, tetapi juga memberi ruang bagi siswa dan alumni SMX School of Maker untuk terlibat langsung dalam pembuatan karya layar lebar tersebut.

Peluncuran perdana film digelar melalui gala premiere di XXI Botani Square Bogor yang turut dihadiri Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin.

Kehadirannya menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap perkembangan industri kreatif sekaligus karya anak bangsa yang mengangkat nilai-nilai keluarga.

Menurut Jenal Mutaqin, cuplikan film yang ditayangkan telah memperlihatkan kekuatan cerita yang mampu menyentuh emosi penonton.

Ia menilai film ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang mengandung pesan kehidupan.

“Pendidikan tidak hanya diperoleh di sekolah, tetapi juga dari keluarga, lingkungan, dan pergaulan. Anak-anak belajar dari pengalaman hidup yang mereka jalani setiap hari,” ujar Jenal dikutip wartawan media ini Selasa (23/6/2026).

Film 180 Chapter Emak berpusat pada hubungan emosional antara seorang ibu dan anaknya.

Sosok Emak digambarkan sebagai perempuan tangguh yang rela berkorban demi masa depan sang buah hati.

Berbagai tantangan hidup yang dihadapi menjadi cerminan perjuangan seorang ibu dalam menjaga, mendidik, dan menguatkan anaknya di tengah kerasnya kehidupan.

Melalui alur cerita yang penuh pergulatan batin, film ini mengajak penonton memahami arti pengasuhan, kasih sayang, dan pentingnya komunikasi dalam keluarga.

Cinta seorang ibu ditampilkan sebagai kekuatan yang mampu menjadi penuntun sekaligus tempat berpulang bagi anak ketika menghadapi berbagai persoalan hidup.

Jenal berharap film tersebut dapat menjadi bahan refleksi bagi masyarakat, khususnya para orang tua, dalam membangun hubungan yang lebih hangat dan sehat dengan anak-anak mereka.

“Ini merupakan karya yang patut diapresiasi. Pemerintah Kota Bogor menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses kreatif hingga film ini dapat dinikmati masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMX School of Maker, Astri Anisah Padni, mengungkapkan rasa bangganya atas keterlibatan salah satu siswa dalam tim produksi film tersebut.

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi kesempatan berharga bagi siswa untuk belajar secara langsung dari para pelaku industri kreatif, sekaligus memperluas wawasan dan keterampilan di bidang perfilman.

“Keikutsertaan dalam produksi film ini memberikan pengalaman nyata tentang proses kreatif, kerja sama tim, dan profesionalisme dalam industri film,” ujar Astri.

Melalui 180 Chapter Emak, para pembuat film berharap dapat menghadirkan kisah yang dekat dengan kehidupan masyarakat sekaligus mengingatkan kembali bahwa di balik setiap langkah seorang anak, selalu ada doa, pengorbanan, dan cinta tanpa batas dari seorang ibu. (opy)