Bapemperda DPRD DKI Jakarta Dorong PAM Jaya Percepat Perbaikan Jaringan Pipa Air Bersih
Bapemperda DPRD DKI Jakarta mendorong PAM Jaya mempercepat perbaikan jaringan pipa untuk meningkatkan layanan air bersih. Langkah ini dinilai penting guna mencapai target cakupan 100 persen layanan air perpipaan pada 2029 serta memastikan kualitas dan keberlanjutan pasokan air bagi warga Jakarta.

HALLONEWS.ID – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD DKI Jakarta mendorong PAM Jaya mempercepat perbaikan jaringan perpipaan guna meningkatkan kualitas dan kuantitas layanan air bersih bagi warga Jakarta.
Dorongan tersebut disampaikan Ketua Bapemperda DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz saat melakukan kunjungan lapangan ke PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (23/6/2026).
Kunjungan itu turut diikuti anggota Bapemperda, yakni Francine Widjojo, Jhonny Simanjuntak, dan Husen.
Aziz menegaskan bahwa penyediaan air bersih merupakan kewajiban pemerintah yang harus dipenuhi secara merata dengan kualitas dan kuantitas terbaik bagi masyarakat.
Menurutnya, proses perbaikan jaringan pipa harus dilakukan secara terukur agar gangguan pasokan air tidak berlangsung terlalu lama.
“Saat ini masih banyak wilayah yang belum terjangkau jaringan perpipaan. Bahkan di wilayah yang sudah terlayani, masih ditemukan persoalan pipa tua yang memengaruhi kualitas layanan,” ujar Aziz.
Ia menambahkan, peningkatan mutu pelayanan harus berjalan seiring dengan target cakupan layanan air perpipaan 100 persen pada 2029.
Masyarakat, kata dia, membutuhkan akses air bersih yang aman, lancar, dan sesuai kebutuhan.
Selain aspek layanan, Bapemperda juga memberi perhatian terhadap pengaturan tarif air yang menjadi salah satu materi dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
“Agar tidak memberatkan warga, terutama kelompok rentan,” tegas Aziz.
Ia mengingatkan, kualitas air yang belum memadai, pasokan yang tidak stabil, serta tarif layanan yang terlalu tinggi dapat merugikan masyarakat.
Kondisi tersebut berpotensi mendorong warga mencari sumber air alternatif yang kualitasnya belum tentu terjamin.
Sementara itu, Direktur Operasional PT KBN, Muhammad Isran, menilai kepastian pasokan air sangat penting bagi keberlangsungan kawasan industri.
Menurutnya, KBN mengandalkan pasokan dari PAM Jaya serta instalasi pengolahan air internal untuk memenuhi kebutuhan para tenant.
“Tidak boleh terjadi kegagalan pasokan air karena air bersih sangat vital bagi kami,” kata Isran.
Ia menjelaskan, gangguan pasokan air dapat memengaruhi pelayanan kawasan industri kepada tenant dan berdampak pada daya saing KBN.
“Jika terjadi gangguan, daya saing KBN dalam memberikan fasilitas kepada tenant akan terganggu,” jelasnya.
PAM Jaya menargetkan cakupan layanan air perpipaan mencapai 100 persen pada 2029.
Sepanjang 2025, perusahaan daerah tersebut telah mencatat sekitar 130.000 sambungan baru.
Aziz menegaskan, layanan air bersih harus menjadi prioritas karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.
Oleh karena itu, Bapemperda terus mendorong percepatan perluasan jaringan dan peningkatan kualitas layanan agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai.
“Yang terpenting bukan hanya memperluas cakupan layanan, tetapi juga memastikan kualitas dan keberlanjutan pasokan air bagi masyarakat,” pungkas Aziz. (adv)
