Mobil Pelat ZZH yang Arogan dan Terobos Jalur Busway Milik Anggota DPRD Hardiyanto Kenneth

Satlantas Polres Metro Jakarta Barat mengungkap identitas pengendara mobil berpelat ZZH yang diduga memaksa masuk jalur Transjakarta di Pesing. Polisi menyebut kasus berakhir damai.

Selasa, 7 Juli 2026 - 13:08 WIB
Mobil Pelat ZZH yang Arogan dan Terobos Jalur Busway Milik Anggota DPRD Hardiyanto Kenneth
Polisi menindak pengendara mobil yang menerobos jalur khusus bus Transjakarta. Foto: Dok Polri

HALLONEWS.ID – Misteri pengendara mobil berpelat ZZH yang viral setelah diduga memaksa menerobos jalur Transjakarta di kawasan traffic light (TL) Pesing, Jakarta Barat, akhirnya terkuak.

Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Barat menyebut pengemudi tersebut adalah Hardiyanto Kenneth, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan.

Wakil Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Muhammad Ilham, mengatakan persoalan yang sempat memicu ketegangan antara pengendara dan petugas kini telah diselesaikan melalui mediasi.

Menurutnya, Kenneth telah datang langsung menemui anggota kepolisian yang bertugas. Pertemuan itu juga dihadiri perwakilan Transjakarta dan berakhir dengan kesepakatan damai.

“Pak Kenneth sudah bertemu dengan anggota kami bersama pihak Transjakarta. Hasilnya, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan ini secara baik-baik dan saling memaafkan,” ujar Ilham, Selasa (7/7/2026).

Meski demikian, Ilham menegaskan proses penanganan belum sepenuhnya dihentikan.

Jajarannya masih menunggu arahan dari pimpinan setelah laporan resmi disampaikan kepada Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya.

“Kami masih menunggu petunjuk pimpinan. Yang jelas, Pak Kenneth sudah menunjukkan itikad baik dengan menemui langsung anggota kami,” katanya.

Ia menuturkan, verdasarkan hasil pendalaman, insiden itu terjadi pada Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 17.45 WIB, ketika arus lalu lintas di kawasan Pesing, Jakarta Barat sedang padat.

“Saat itu personel Satlantas bersama anggota TNI menerapkan rekayasa lalu lintas dengan menutup sementara jalur Transjakarta menggunakan water barrier,” tuturnya.

Ilham menjelaskan, pengendara mobil berpelat ZZH meminta agar pembatas jalan dibuka supaya bisa melintas di jalur khusus bus Transjakarta.

Namun petugas menolak permintaan tersebut karena jalur memang sedang ditutup demi kelancaran pengaturan lalu lintas.

Diduga tidak puas dengan penjelasan petugas, pengendara tetap memaksa melintas hingga menerobos pembatas dan terlibat adu mulut dengan anggota yang berjaga.

“Keributan sempat mereda setelah pengendara meninggalkan lokasi,” ucapnya.

“Namun beberapa saat kemudian, ia kembali mendatangi petugas sehingga ketegangan kembali terjadi,” tambahnya.

Situasi yang mulai memanas akhirnya berhasil dikendalikan setelah anggota TNI bersama personel patroli turun tangan melerai kedua belah pihak agar insiden tidak mengganggu pengguna jalan lain yang sedang melintas.

Hingga kini, kepolisian masih menunggu keputusan pimpinan terkait langkah lanjutan terhadap peristiwa tersebut, meski proses mediasi telah menghasilkan kesepakatan damai antara kedua belah pihak. (fer)