7 Hari Berjibaku Padamkan Api TPA Jatiwaringin Tangerang, BNPB Ungkap Kondisi Terbaru

BNPB melaporkan 45 persen lahan TPA Jatiwaringin Tangerang telah dipadamkan. Petugas masih memburu bara api di dalam timbunan sampah

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:48 WIB
7 Hari Berjibaku Padamkan Api TPA Jatiwaringin Tangerang, BNPB Ungkap Kondisi Terbaru
Proses pemadaman di TPA Jatiwaringin Tangerang. Foto: BNPB for Hallonews

HALLONEWS.ID – Kebakaran besar yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Banten, belum sepenuhnya berakhir. Memasuki hari ketujuh, 45 persen dari total 14 hektare area terdampak kebakaran dipadamkan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat Sebanyak 300 personel gabungan diterjunkan untuk mempercepat proses penanganan, mulai dari BPBD Tangerang, TNI, Polri, Manggala Agni Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, hingga para relawan.

Tak hanya mengandalkan petugas di lapangan, operasi pemadaman juga didukung berbagai peralatan berat dan teknologi.

Sebanyak 19 mobil pemadam kebakaran, empat mobil tangki air, delapan ekskavator, delapan bulldozer, tiga helikopter water bombing, serta dua drone pemantau udara dikerahkan untuk mengendalikan kobaran api.

Meski area terbakar terus berkurang, ancaman belum sepenuhnya hilang. Kepulan asap putih masih terlihat dari sejumlah titik di kawasan TPA. Petugas juga masih menemukan bara api kecil yang muncul di sela-sela tumpukan sampah.

Kondisi itu membuat petugas harus menggunakan strategi khusus. Api di TPA tidak hanya membakar bagian permukaan, tetapi juga merambat ke dalam tumpukan sampah yang sulit dijangkau.

Proyek Baru 2026 07 07T114711.155
Kebakaran melanda tumpukan sampah di TPA Jatiwaringin Tangerang. Petugas bekerja keras memadamkannya.

Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan mengatakan, pemadaman dilakukan melalui kombinasi operasi darat dan udara.

”Satgas darat melakukan penyemprotan pada api di permukaan sekaligus injeksi air ke bagian bawah tumpukan sampah, sedangkan satgas udara melakukan water bombing untuk menjangkau area yang sulit diakses,” kata Djohan, Selasa (7/7/2026).

Untuk mempercepat penanganan, area operasi dibagi menjadi tiga sektor, yakni sektor utara, tengah, dan selatan. Pembagian tersebut dilakukan agar koordinasi antarpetugas lebih efektif dalam mencari dan memadamkan titik api.

BNPB menyebut keberadaan embung atau danau di sekitar lokasi menjadi faktor penting dalam operasi pemadaman. Sumber air tersebut dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan helikopter water bombing maupun kendaraan pemadam kebakaran.

Mulai Senin (6/7/2026), waktu operasi satgas darat juga diperpanjang hingga pukul 22.00 WIB. Tim pemadam bersama Manggala Agni akan mengoptimalkan metode injeksi air untuk membasahi bagian dalam timbunan sampah yang masih menyimpan bara.

BNPB berharap kejadian kebakaran TPA Jatiwaringin menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam menghadapi musim kemarau, terutama memperkuat sistem mitigasi di kawasan pembuangan sampah yang memiliki risiko tinggi terbakar.
Masyarakat juga kembali diingatkan agar tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan, terutama di sekitar kawasan permukiman, karena dapat memicu kebakaran yang lebih luas. (dul)