Gubernur Pramono Pacu Ekonomi Kreatif untuk Wujudkan Jakarta Masuk 50 Kota Global pada 2030

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjadikan ekonomi kreatif sebagai strategi utama membawa Jakarta masuk 50 kota global dunia pada 2030. Didukung pertumbuhan ekonomi 5,59 persen, penguatan UMKM, digitalisasi, serta pengembangan sektor MICE dan sports lifestyle, Jakarta membangun fondasi baru menuju kota berdaya saing internasional.

Sabtu, 4 Juli 2026 - 23:11 WIB
Gubernur Pramono Pacu Ekonomi Kreatif untuk Wujudkan Jakarta Masuk 50 Kota Global pada 2030
rnur Pramono Anung. (Diskominfotik for Hallonews).

HALLONEWS.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menempatkan ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar utama dalam strategi membawa Jakarta masuk ke dalam daftar 50 kota global dunia pada 2030.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menilai sektor berbasis kreativitas memiliki potensi besar untuk memperkuat daya saing ibu kota di tengah persaingan antar-kota dunia yang semakin ketat.

Menurut Pramono, Jakarta tidak lagi cukup mengandalkan sektor perdagangan dan jasa sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi.

Transformasi menuju kota global membutuhkan sumber pertumbuhan baru yang mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan menarik investasi.

“Ekonomi kreatif menjadi salah satu sektor strategis yang kami dorong karena memiliki kemampuan menciptakan peluang kerja baru, meningkatkan investasi, sekaligus memperkuat daya saing Jakarta di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Pramono, Sabtu (4/7/2026).

Lanjutnya, selain ekonomi kreatif, Pemprov DKI Jakarta juga mempercepat pengembangan sektor sports and lifestyle serta industri Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE) sebagai bagian dari ekosistem ekonomi masa depan ibu kota.

“Ketiga sektor tersebut saling melengkapi dalam membangun wajah baru Jakarta sebagai kota yang tidak hanya menjadi pusat pemerintahan dan bisnis, tetapi juga destinasi kegiatan internasional, olahraga, hiburan, dan inovasi,” kata Pramono.

Ia menjelaskan, di tengah upaya transformasi tersebut, kinerja ekonomi Jakarta menunjukkan tren yang positif.

Pada triwulan pertama 2026, ekonomi Jakarta tumbuh 5,59 persen, dengan kontribusi mencapai 16,67 persen terhadap perekonomian nasional.

Capaian tersebut, menurut Pramono, menjadi indikator bahwa fondasi ekonomi Jakarta tetap kuat sekaligus mampu menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Selain itu, perkembangan ekonomi digital di ibu kota juga terus meningkat. Jakarta saat ini menyumbang sekitar 38 persen transaksi QRIS nasional, mencerminkan semakin luasnya pemanfaatan sistem pembayaran digital oleh masyarakat maupun pelaku usaha.

“Data tersebut menunjukkan bahwa fondasi ekonomi Jakarta semakin kuat dan terus berkembang mengikuti transformasi digital,” ucapnya.

Pramono juga menyoroti peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian Jakarta.

Saat ini tercatat lebih dari 422 ribu pelaku UMKM aktif menjalankan usaha di berbagai sektor dan berkontribusi terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Untuk memperkuat daya saing UMKM, Pemprov DKI terus mengembangkan program JakPreneur yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas pelaku usaha, tetapi juga memperluas akses pembiayaan, memperkuat pemasaran, hingga mendorong digitalisasi bisnis.

Pramono menegaskan, pembangunan ekonomi Jakarta tidak semata-mata mengejar angka pertumbuhan, tetapi juga memastikan manfaatnya dirasakan secara merata oleh masyarakat.

Karena itu, pemerintah daerah akan terus memperluas pemanfaatan teknologi, memperkuat inovasi, serta menciptakan ekosistem usaha yang semakin inklusif agar seluruh lapisan masyarakat memperoleh kesempatan berkembang.

Ia optimistis, apabila strategi tersebut dijalankan secara konsisten, Jakarta tidak hanya mampu mewujudkan ambisi menjadi salah satu dari 50 kota global dunia, tetapi juga membangun identitas baru sebagai kota yang bertumpu pada kreativitas, inovasi, dan ekonomi berbasis pengetahuan.

“Melalui dukungan yang berkelanjutan, UMKM bersama sektor ekonomi kreatif diharapkan menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Jakarta sekaligus memperkuat kontribusi ibu kota terhadap perekonomian nasional,” pungkas Pramono.(fer)