Nyaris Sepekan, Asap Pekat dan Api Masih Berkobar di TPA Jatiwaringin
Di hari kelima pada Sabtu hari ini, kepulan asap pekat masih membumbung tinggi, sementara sejumlah titik api masih terlihat menyala di area gunungan sampah di TPA Jatiwaringin yang terbakar sejak Selasa (30/6/2026) lalu.

HALLONEWS.ID – Memasuki hari kelima, Sabtu (4/7/2026), kebakaran di TPA Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, belum juga berhasil dipadamkan.
Kepulan asap pekat masih membumbung tinggi, sementara sejumlah titik api masih terlihat menyala di area gunungan sampah yang terbakar sejak Selasa (30/6/2026).
Asap tebal terus terbawa embusan angin ke arah barat, sehingga masih menimbulkan kekhawatiran bagi warga di sekitar lokasi.
Di tengah upaya penanganan yang terus dilakukan, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid mengungkapkan, tim ahli penanganan kebakaran dari Makassar dan Bandung juga telah tiba untuk memperkuat proses pemadaman.
Mereka memiliki pengalaman menangani kebakaran lahan gambut dan bencana serupa di berbagai daerah.
“Semalam kita mendapat bantuan dari ahlinya yang sudah menangani bencana di daerah lain, dari Bandung dan Makassar yang biasa menangani kebakaran gambut dan sebagainya. Baru semalam datang, separuh hari ini datang lagi,” jelasnya.
Dia memohon doa dan dukungan masyarakat agar kebakaran TPA Jatiwaringin dapat segera diatasi.
“Kami mohon juga doanya, bencana di TPA Jatiwaringin bisa tertangani dengan cepat. Penanganannya bukan dari kabupaten saja, dari kota, dari pusat sudah membantu, jadi kita sama-sama berdoa agar api cepat padam,” ujar Maesyal.
Menurutnya, penanganan kebakaran dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kabupaten Tangerang, Pemerintah Kota Tangerang, BNPB, pemerintah pusat, hingga relawan.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen memberikan penanganan maksimal, baik dalam upaya pemadaman maupun perlindungan terhadap masyarakat terdampak.
Tenaga medis, puskesmas, aparat desa dan kecamatan, serta personel TNI-Polri terus disiagakan untuk memberikan pelayanan kesehatan maupun membantu proses evakuasi apabila diperlukan.
“Sekali lagi mohon doanya supaya cepat selesai, supaya cepat padam apinya. Yang sakit kita bawa ke puskesmas, tim medis juga selalu standby. Kita tetap tanggung jawab apa pun hasilnya dan hari ini di beberapa masjid juga melakukan salat istisqa untuk memohon agar Allah menurunkan hujan,” ungkapnya.
Maesyal juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terus bahu-membahu membantu proses penanganan kebakaran.
“Mudah-mudahan Allah segera mematikan api yang masih berkobar. Terima kasih kepada para kiai, ustaz, DKM, lurah, camat, aparat TNI, Polri, dan semua pihak yang telah membantu,” pungkasnya. (iin)
