Teknologi Baru DLH DKI Siap Bantu Warga Pantau Kondisi Lingkungan Secara Real Time

Pemprov DKI Jakarta mengembangkan sistem pemantauan lingkungan berbasis sensor yang terintegrasi dengan aplikasi JAKI.

Sabtu, 4 Juli 2026 - 6:00 WIB
Teknologi Baru DLH DKI Siap Bantu Warga Pantau Kondisi Lingkungan Secara Real Time
Polusi udara di Kota Jakarta. (Hallonews/Feris Pakpahan).

HALLONEWS.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperkuat transformasi digital di sektor lingkungan hidup.

Salah satu inovasi yang tengah disiapkan adalah sistem pemantauan kondisi lingkungan berbasis sensor yang nantinya terhubung langsung dengan aplikasi Jakarta Kini (JAKI).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi, mengatakan teknologi tersebut tidak hanya menyajikan kondisi lingkungan secara real time, tetapi juga mampu memberikan proyeksi situasi hingga tiga hari ke depan.

“Yang membedakan sistem ini adalah adanya prediksi untuk tiga hari mendatang, sehingga masyarakat tidak hanya mengetahui kondisi saat ini,” ujar Dudi kepada wartawan di Balai Kota, Jakarta Pusat pada Jumat (3/7/2026).

Menurutnya, informasi tersebut nantinya dapat diakses melalui perangkat telepon seluler.

“Sistem akan memanfaatkan jaringan sensor yang telah dipasang di berbagai titik di wilayah Jakarta untuk mengumpulkan data lingkungan secara berkelanjutan,” kata Dudi.

“Seluruh data yang dihimpun kemudian diintegrasikan ke dalam aplikasi JAKI sehingga masyarakat dapat mengetahui kondisi lingkungan di lokasi terdekat secara lebih cepat dan akurat,” tambahnya.

Dudi menjelaskan keberadaan sensor di berbagai kawasan menjadi fondasi utama sistem pemantauan tersebut.

Dengan pendekatan berbasis data, pemerintah berharap pengambilan keputusan terkait pengelolaan lingkungan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

“Inovasi digital ini melengkapi berbagai langkah yang tengah dijalankan Pemprov DKI Jakarta dalam memperbaiki tata kelola lingkungan, termasuk penguatan budaya memilah sampah, pengembangan Bank Sampah, hingga pembangunan infrastruktur pengolahan sampah,” tutur Dudi.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa penanganan lingkungan harus memanfaatkan kolaborasi antara partisipasi masyarakat dan teknologi.

Menurutnya, Jakarta sebagai kota global membutuhkan sistem pengelolaan lingkungan yang modern, terintegrasi, dan mampu memberikan pelayanan berbasis informasi kepada masyarakat.

“Dengan hadirnya sistem pemantauan berbasis sensor yang terhubung ke JAKI, warga diharapkan semakin mudah memperoleh informasi lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran untuk berpartisipasi menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan di Ibu Kota,” kata Pramono. (fer)