Layani 18,4 Juta Penumpang, Stasiun Bogor Bersiap Operasikan KRL SF12

Stasiun Bogor mencatat 18,45 juta pergerakan penumpang sepanjang semester I 2026. KAI menyiapkan operasional KRL 12 kereta melalui pengembangan peron guna meningkatkan kapasitas layanan.

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:07 WIB
OFF
Layani 18,4 Juta Penumpang, Stasiun Bogor Bersiap Operasikan KRL SF12
Stasiun Bogor terus berbenah untuk meningkatkan pelayanan kepada pengguna KRL, termasuk mendukung operasional rangkaian 12 kereta. Foto: Hallonews/Yopy

HALLONEWS.ID – PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus meningkatkan kapasitas layanan di Stasiun Bogor seiring tingginya mobilitas pengguna Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line.

Salah satu langkah yang dilakukan ialah menyiapkan operasional rangkaian KRL 12 kereta (SF12) melalui pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8.

Berdasarkan data KAI, Stasiun Bogor menjadi stasiun dengan pergerakan penumpang KRL tertinggi selama Januari–Juni 2026.

Total pergerakan pelanggan mencapai 18.451.462 orang, terdiri dari 9.371.057 pelanggan masuk dan 9.080.405 pelanggan keluar.

Capaian tersebut membuat rata-rata pergerakan penumpang di Stasiun Bogor mencapai sekitar 101.942 orang per hari.

Di bawah Stasiun Bogor, Stasiun Tanah Abang mencatat 17.291.480 pergerakan pelanggan, disusul Stasiun Sudirman sebanyak 13.078.339 pelanggan.

Sementara itu, Stasiun Citayam melayani 11.465.614 pelanggan dan Stasiun Bekasi mencatat 11.425.878 pergerakan selama semester pertama 2026.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan tingginya mobilitas di Stasiun Bogor menjadi dasar pengembangan infrastruktur guna mendukung operasional rangkaian KRL 12 kereta.

“Stasiun Bogor melayani pergerakan pelanggan KRL tertinggi sepanjang semester I 2026. Karena itu, pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 menjadi bagian penting untuk menyiapkan kapasitas layanan yang lebih besar, terutama dalam mendukung operasional rangkaian KRL Commuter Line 12 kereta atau SF12,” ujar Anne.

Data KAI juga menunjukkan volume pelanggan bulanan yang relatif stabil sepanjang semester pertama 2026.

Pada Januari tercatat 3.045.950 pelanggan, Februari 2.665.471 pelanggan, Maret meningkat menjadi 3.248.710 pelanggan, April sebanyak 3.139.775 pelanggan, Mei mencapai 3.151.673 pelanggan, dan Juni kembali naik menjadi 3.199.883 pelanggan.

Anne menambahkan, lintas Bogor Line masih menjadi salah satu koridor favorit masyarakat untuk aktivitas harian. Selain Stasiun Bogor, sejumlah stasiun seperti Depok Baru, Bojonggede, Cilebut, dan Depok juga mencatat tingkat mobilitas yang tinggi.

“Bogor Line menjadi salah satu pilihan utama masyarakat untuk perjalanan harian. Dengan kesiapan SF12, kapasitas layanan dalam satu perjalanan dapat meningkat dan proses naik-turun pelanggan di Stasiun Bogor dapat lebih tertata,” katanya.

KAI menargetkan proyek pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 rampung pada 15 Juli 2026. Fasilitas tersebut juga dilengkapi overcapping atau kanopi untuk memberikan perlindungan bagi penumpang dari panas maupun hujan.

Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menegaskan peningkatan fasilitas tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang semakin nyaman dan andal.

“KAI berkomitmen menghadirkan peningkatan layanan yang langsung dirasakan pelanggan. Fokus kami adalah kapasitas yang lebih siap, alur perjalanan yang lebih nyaman, serta konektivitas yang semakin mudah bagi masyarakat pengguna transportasi publik,” ujar Wisnu.

Sebagai bagian dari persiapan operasional, KAI telah melaksanakan uji beban menggunakan lokomotif pada 29 Juni 2026, kemudian dilanjutkan dengan uji coba operasional KRL pada 1 Juli 2026.

Selain itu, KAI bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) terus mempersiapkan konektivitas antara Stasiun Bogor dan Stasiun Bogor Paledang guna meningkatkan integrasi layanan transportasi kereta api di kawasan Bogor. (opy)