Gara-gara Asap Pekat TPA Jatiwaringin, 210 Warga Diperiksa-72 Terserang ISPA
Dari total luas TPA Jatiwaringin sekitar 33 hektare, area aktif pembuangan sampah mencapai 27 hektare. Sementara area yang terdampak langsung kebakaran diperkirakan sekitar 15 hektare dan tidak meluas ke seluruh kawasan.

HALLONEWS.ID – Kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, tak hanya menghanguskan tumpukan sampah. Asap pekat yang ditimbulkan juga berdampak pada kesehatan warga di sekitar lokasi.
Hingga Senin (6/7/2026), sebanyak 210 warga telah menjalani pemeriksaan kesehatan dan 72 di antaranya mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) ringan.
Bupati Tangerang Maesyal Rasyid mengatakan seluruh pasien ISPA berhasil ditangani di tingkat puskesmas tanpa harus dirujuk ke rumah sakit. Pemerintah daerah juga memastikan layanan kesehatan disiagakan selama 24 jam di lokasi terdampak.
“Hingga saat ini ada 210 warga yang diperiksa di dua posko, yaitu Desa Rajeg Mulya dan Desa Tanjakan Mekar. Ditemukan 72 kasus ISPA, namun seluruhnya berhasil ditangani di tingkat puskesmas oleh dokter yang berjaga bergiliran selama 24 jam,” ujar Maesyal.
Selain layanan kesehatan, kebutuhan logistik dan konsumsi warga terdampak juga dipastikan tetap terpenuhi melalui koordinasi pemerintah desa dan kecamatan.
Maesyal menjelaskan, dari total luas TPA Jatiwaringin sekitar 33 hektare, area aktif pembuangan sampah mencapai 27 hektare. Sementara area yang terdampak langsung kebakaran diperkirakan sekitar 15 hektare dan tidak meluas ke seluruh kawasan.
“Kami bergerak cepat sejak hari pertama. Di hari kedua, Pemkab Tangerang langsung menerbitkan SK Status Darurat yang ditindaklanjuti dengan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan. Pemadaman dilakukan secara paralel melalui jalur darat dan udara (water bombing) yang saat ini sudah memasuki hari kelima,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah mengungkapkan jumlah warga yang mengungsi terus berubah mengikuti perkembangan kondisi kebakaran.
Berdasarkan data Posko Penanggulangan Bencana, pada 30 Juni 2026 tercatat sebanyak 30 kepala keluarga atau 62 jiwa mengungsi. Jumlah tersebut berubah menjadi 67 orang pada 1 Juli, lima orang pada 2 Juli, kemudian meningkat menjadi 148 orang pada 3 Juli dan mencapai 302 orang pada 4 Juli. Hingga 5 Juli 2026, jumlah warga yang masih bertahan di pengungsian tercatat sebanyak 20 orang.
Intan menegaskan Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berkomitmen menangani dampak kebakaran, baik melalui pemadaman maupun pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak.
Pemerintah Kabupaten Tangerang menyatakan penanganan kebakaran TPA Jatiwaringin dilakukan secara terpadu bersama berbagai instansi terkait hingga api benar-benar padam, sembari memastikan layanan kesehatan dan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
“Kami tidak akan berhenti menyalurkan logistik, memenuhi kebutuhan masyarakat, memberikan pemeriksaan kesehatan, serta menyiagakan rumah sakit terdekat sebagai rujukan medis lanjutan. Kami pastikan, insya Allah semuanya terkendali,” tutupnya. (iin)
