Libur Sekolah, Kunjungan ke Kebun Raya Bogor Tembus 8.000 Wisatawan

Libur sekolah dan akhir pekan mendorong lonjakan kunjungan ke Kebun Raya Bogor hingga lebih dari 8.000 wisatawan. Taman tematik, koleksi 12.158 spesimen, serta suasana hijau menjadi daya tarik utama

Senin, 6 Juli 2026 - 14:00 WIB
Libur Sekolah, Kunjungan ke Kebun Raya Bogor Tembus 8.000 Wisatawan
Pelajar berbaur dengan wisatawan hendak masuk Kebun Raya Bogor. (Hallonews/Yopy)

HALLONEWS.ID – Momentum libur sekolah yang bertepatan dengan akhir pekan membawa dampak positif bagi sektor pariwisata di Kota Bogor.

Kebun Raya Bogor (KRB) menjadi salah satu destinasi favorit dengan jumlah kunjungan yang melonjak hingga lebih dari 8.000 wisatawan dalam sehari.

Pengelola mencatat angka tersebut meningkat sekitar 40 persen dibandingkan rata-rata kunjungan pada hari biasa selama masa libur sekolah.

Mayoritas pengunjung merupakan keluarga, rombongan pelajar, dan wisatawan yang datang dari berbagai daerah untuk menikmati suasana alam yang sejuk.

General Manager Corporate Communication PT Mitra Natura Raya (MNR), Zaenal Arifin, mengatakan tingginya minat masyarakat tidak lepas dari keindahan lanskap Kebun Raya Bogor yang menawarkan ruang terbuka hijau dengan pepohonan rindang dan udara yang segar.

“Suasana alami yang nyaman menjadi alasan utama masyarakat memilih Kebun Raya Bogor sebagai tempat menghabiskan waktu liburan bersama keluarga,” ujar Zaenal, Senin (6/7/2026).

Selain bersantai di area hijau, banyak pengunjung memanfaatkan kesempatan untuk mengunjungi berbagai taman tematik yang kini menjadi daya tarik baru.

Di antaranya Taman Nepenthes, Taman Hoya, Taman Tumbuhan Al-Qur’an, Taman Pisang, Taman Begonia, hingga Taman Anggrek.

Tidak hanya menghadirkan wisata alam, Kebun Raya Bogor juga menawarkan nilai sejarah melalui sejumlah bangunan peninggalan kolonial yang masih dipertahankan.

Menurut Zaenal, pengelola bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus berkomitmen menjaga kelestarian bangunan bersejarah tersebut.

Bangunan-bangunan tersebut akan tetap dipertahankan sebagai bagian dari pengembangan kawasan eduwisata tanpa menghilangkan nilai historisnya.

Konsep adaptasi bangunan lama menjadi pilihan dibandingkan menggantinya dengan bangunan modern.

Di sisi lain, upaya pelestarian koleksi flora juga terus dilakukan. Saat ini Kebun Raya Bogor memiliki sekitar 12.158 spesimen tumbuhan yang dirawat melalui pemantauan kesehatan secara berkala.

Pengelola bersama BRIN rutin melakukan analisis kondisi pohon, baik koleksi maupun nonkoleksi, melalui penanganan preventif dan kuratif.

Pengendalian hama rayap juga menjadi perhatian khusus, terutama pada pohon-pohon tua dan area yang ramai dikunjungi demi menjaga keselamatan pengunjung.

Selain itu, program pembibitan terus dikembangkan untuk mempertahankan populasi berbagai tumbuhan langka, khususnya spesies yang masuk dalam daftar merah IUCN atau berstatus terancam punah.

Zaenal menilai keberagaman koleksi tanaman menjadi nilai tambah yang membuat Kebun Raya Bogor tidak hanya menjadi destinasi rekreasi, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya anak-anak.

Salah seorang pengunjung asal Jakarta, Patricia, mengaku sengaja memilih Kebun Raya Bogor sebagai lokasi mengisi liburan sekolah bersama teman-temannya.

Menurutnya, suasana hijau, udara yang sejuk, serta hamparan taman yang luas memberikan pengalaman berbeda dibandingkan destinasi wisata lainnya.

“Tempatnya nyaman untuk bersantai, bisa menikmati alam, berolahraga, sekaligus belajar mengenal berbagai jenis tanaman. Liburan di sini terasa menyenangkan,” tuturnya. (opy)