BBM Tercampur Air, 150 Penumpang KM Makmur Jaya Berhasil Dievakuasi

Sebanyak 150 penumpang KM Makmur Jaya berhasil dievakuasi setelah kapal mati mesin akibat BBM tercampur air di laut.

Senin, 6 Juli 2026 - 10:23 WIB
BBM Tercampur Air, 150 Penumpang KM Makmur Jaya Berhasil Dievakuasi
Evakuasi korban penumpang KM Makmur Jaya oleh petugas BPBD DKI Jakarta. (dok BPBD DKI Jakarta for Hallonews).

HALLONEWS.ID – Gangguan mesin akibat bahan bakar minyak (BBM) yang tercampur air membuat KM Makmur Jaya terombang-ambing di perairan barat Pulau Pari, Kepulauan Seribu Selatan, Minggu (5/7/2026). Sebanyak 150 penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat berkat respons cepat petugas gabungan.

Komandan Regu BPBD Posko Kepulauan Seribu, Iwan Teja HKA, mengatakan laporan mengenai kapal yang mengalami kendala diterima melalui grup koordinasi lintas sektor Pulau Pari. Setelah menerima informasi, tim gabungan langsung bergerak menuju lokasi.

“Petugas gabungan yang terdiri dari BPBD DKI Jakarta, Polsubsektor, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, KSOP, Dinas Perhubungan, Sudin Gulkarmat, PK3D, Suku Dinas Lingkungan Hidup, Pos Kesehatan, serta FKDM segera menuju lokasi untuk melakukan penyelamatan,” ujar Iwan, Senin (6/7/2026).

KM Makmur Jaya diketahui berlayar dari Pelabuhan Kali Adem, Jakarta Utara, menuju Pulau Pramuka dengan membawa 150 penumpang sesuai manifes. Namun sekitar pukul 09.55 WIB, kapal mendadak kehilangan tenaga saat melintas di perairan sebelah barat Pulau Pari.

Pemeriksaan awak kapal menemukan penyebab gangguan berasal dari BBM yang tercampur air sehingga mesin tidak dapat beroperasi.

“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh awak kapal, diketahui bahan bakar minyak tercampur air sehingga mesin tidak dapat beroperasi. Akibatnya kapal terombang-ambing di tengah laut selama kurang lebih 10 menit,” jelas Iwan.

Seluruh penumpang kemudian dievakuasi dan menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kondisi mereka tetap baik. Sekitar pukul 13.20 WIB, mereka kembali diberangkatkan menuju Pulau Pramuka menggunakan kapal milik Dinas Perhubungan dan BPBD DKI Jakarta.

Kapten KM Makmur Jaya, Murinan, membenarkan kerusakan mesin dipicu oleh bahan bakar yang terkontaminasi air sehingga kapal tidak bisa melanjutkan pelayaran.

“Kami langsung berkoordinasi dengan petugas dan bersyukur seluruh penumpang dapat dievakuasi dengan aman,” katanya.

Salah seorang penumpang, Yuli (42), mengaku sempat panik ketika kapal berhenti di tengah laut. Namun, ia mengapresiasi kesigapan petugas yang datang memberikan bantuan.

“Awalnya kami cukup cemas karena kapal tidak bergerak dan terombang-ambing. Tetapi, petugas datang dengan cepat dan memberikan arahan kepada penumpang,” ujarnya.

Berdasarkan pendataan petugas, insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Kerugian material akibat gangguan pada kapal diperkirakan mencapai sekitar Rp50 juta.(Std)