Polda Usut Pemobil Arogan Plat ZZH Diduga Hina Polisi saat Pengamanan Lalin

Viral pengendara mobil plat ZZH diduga mengaku anggota dewan lalu memaki aparat saat pengaturan lalu lintas di Pesing. Polda Metro Jaya kini mendalami kasus tersebut.

Senin, 6 Juli 2026 - 21:29 WIB
Polda Usut Pemobil Arogan Plat ZZH Diduga Hina Polisi saat Pengamanan Lalin
Anggota Polri dan TNI saat melakukan pengaturan lalu lintas di Pesing, Jakarta Barat. Foto: Satlantas Polres Jakarta Barat.

HALLONEWS .ID – Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya tengah menyelidiki identitas pengendara mobil berpelat ZZH yang diduga bersikap arogan, menghina anggota Polri, serta memancing keributan saat pengamanan lalu lintas di kawasan Pesing, Jakarta Barat.

Peristiwa yang terjadi pada Jumat (3/7/2026) sore itu menjadi perhatian setelah informasi mengenai insiden tersebut beredar luas.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin yang menyatakan jajarannya juga sedang mengumpulkan informasi terkait kejadian tersebut.

“Terima kasih atas informasinya. Kami cek terlebih dahulu (nomor platnya),” kata Komarudin kepada wartawan Senin (6/7/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula saat personel gabungan TNI dan Polri mengatur arus kendaraan di kawasan lampu merah Pesing pada jam sibuk sekitar pukul 17.45 WIB.

Ketika petugas menutup salah satu jalur menggunakan water barrier untuk kepentingan pengaturan lalu lintas, sebuah mobil berpelat ZZH berhenti tepat di depan pembatas jalan.

Pengemudi meminta petugas membuka akses tersebut. Namun permintaan itu ditolak karena kendaraan diarahkan menggunakan jalur lain yang telah disiapkan.

Diduga tidak terima, pengendara itu kemudian menerobos water barrier dan melontarkan kata-kata bernada kasar kepada petugas yang sedang berjaga.

Situasi sempat mereda setelah kendaraan tersebut melaju meninggalkan lokasi.

Namun beberapa menit kemudian, pengemudi kembali dengan memutar arah dan mendatangi titik pengamanan lain yang dijaga personel TNI dan polisi.

Menurut laporan di lapangan, pria tersebut meminta agar anggota polisi yang sebelumnya berselisih dengannya dipanggil.

Saat itu ia juga disebut mengaku sebagai anggota dewan sambil melontarkan ucapan bernada merendahkan kepada petugas.

Meski mendapat provokasi, anggota kepolisian tetap berupaya menjalankan tugas mengatur arus lalu lintas dan meminta pengendara memindahkan kendaraannya yang sempat menghambat laju bus.

Adu mulut kembali terjadi ketika pengendara mendatangi petugas di lokasi berbeda. Ketegangan yang semakin meningkat membuat personel patroli meminta bantuan anggota TNI untuk mendampingi proses mediasi.

Petugas TNI kemudian berusaha menenangkan situasi dan mengajak pengendara menjauh dari kerumunan agar keributan tidak semakin meluas serta tidak menjadi tontonan para pengguna jalan.

Hingga kini, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya masih mendalami identitas pengendara mobil berpelat ZZH tersebut, termasuk menelusuri kebenaran pengakuannya sebagai anggota dewan.

Penyelidikan dilakukan untuk memastikan seluruh fakta dalam peristiwa tersebut sebelum aparat mengambil langkah lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (fer)