Waspada Kebakaran, Tim Mitigasi Siaga 24 Jam di TPA Rawa Kucing Tangerang

Tim Mitigasi 24 Jam di TPA Rawa Kucing dibagi dalam tiga shift yang bertugas melakukan patroli, memantau titik panas (hotspot), serta melakukan penanganan awal apabila ditemukan indikasi kebakaran.

Jumat, 3 Juli 2026 - 3:00 WIB
Waspada Kebakaran, Tim Mitigasi Siaga 24 Jam di TPA Rawa Kucing Tangerang
Pemasangan spanduk imbauan waspada kebakaran di kawasan TPA Rawa Kucing, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Provinsi Banten, Kamis (2/7/26). ( Dinas Kominfo Kota Tangerang for Hallonews

HALLONEWS.ID – Pemerintah Kota Tangerang meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Rawa Kucing dengan menyiagakan tim mitigasi selama 24 jam.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya mencegah terulangnya kebakaran di tengah meningkatnya suhu udara pada musim kemarau.

Kepala UPT Pengelolaan TPA dan Retribusi Pelayanan Persampahan DLH Kota Tangerang, Risdiana Setiawan, mengatakan tim mitigasi dibentuk untuk melakukan pemantauan secara intensif terhadap seluruh area landfill guna mendeteksi potensi kebakaran sejak dini.

Tim tersebut dibagi dalam tiga shift yang bertugas melakukan patroli, memantau titik panas (hotspot), serta melakukan penanganan awal apabila ditemukan indikasi kebakaran.

“Memasuki musim kemarau, kami meningkatkan kesiapsiagaan di TPA Rawa Kucing. Tim mitigasi berpatroli selama 24 jam untuk melakukan deteksi dini sehingga potensi kebakaran dapat segera ditangani,” ujar Risdiana, Kamis (2/7/2026).

Selain patroli rutin, DLH Kota Tangerang juga menerapkan sejumlah langkah preventif untuk meminimalkan risiko kebakaran.

Di antaranya melakukan cover soil atau penutupan timbunan sampah menggunakan tanah guna mengurangi potensi munculnya api akibat gas metana, penyiraman rutin pada area yang berpotensi mengalami peningkatan suhu, serta membersihkan rumput liar yang mudah terbakar saat cuaca kering.

DLH juga mengintensifkan edukasi kepada para pemulung dan masyarakat yang beraktivitas di kawasan TPA agar tidak menyalakan api di area landfill.

Masyarakat diminta segera melapor apabila menemukan tanda-tanda kebakaran sehingga penanganan dapat dilakukan dengan cepat.

“DLH juga terus memberikan edukasi kepada para pemulung dan masyarakat yang beraktivitas di kawasan TPA agar tidak menyalakan api di area landfill. Masyarakat juga diminta segera melapor apabila menemukan indikasi kebakaran agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin,” katanya.

Untuk memperkuat kesiapsiagaan, DLH Kota Tangerang juga menyiapkan sejumlah tandon air berkapasitas besar serta melakukan normalisasi kolam resapan guna memastikan ketersediaan pasokan air apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran.

“Kami berharap dengan berbagai langkah mitigasi ini, kejadian kebakaran seperti yang pernah terjadi sebelumnya tidak terulang kembali,” tutup Risdiana. (iin)