TPA Jatiwaringin Belum Padam, Menteri LH: Pelajaran Keras bagi pelajaran keras dan Wali Kota di Indonesia
Indonesia masih memiliki sekitar 400 TPA yang menggunakan sistem open dumping. Kondisi tersebut menyimpan risiko tinggi terjadinya kebakaran akibat akumulasi gas metana di dalam timbunan sampah yang sangat mudah terbakar.

HALLONEWS.ID – Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang sampai hari Senin (6/7/2026) belum juga padam.
Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat mengatakan kebakaran di TPA Jatiwaringin harus menjadi pelajaran penting bagi kepala pemerintah daerah di Indonesia.
“Ini harus menjadi pelajaran keras bagi seluruh bupati dan wali kota di Indonesia agar tidak main-main,” kata Jumhur saat meninjau TPA Jatiwaringin, Minggu (5/7/2026).
Dia menegaskan kebakaran TPA dengan sistem open dumping atau pembuangan terbuka merupakan bencana buatan manusia (man-made disaster) yang sebenarnya dapat dicegah melalui pengelolaan dan mitigasi yang baik.
Menurut Jumhur, Indonesia masih memiliki sekitar 400 TPA yang menggunakan sistem open dumping.
Kondisi tersebut menyimpan risiko tinggi terjadinya kebakaran akibat akumulasi gas metana di dalam timbunan sampah yang sangat mudah terbakar.
“Lakukan mitigasi sejak dini, awasi TPA secara berkala. Larang aktivitas membakar atau merokok sembarangan di area TPA, dan siagakan unit pemadam,” ujar Jumhur.
Ia menegaskan pemerintah menargetkan dalam satu tahun pertama seluruh daerah mulai meninggalkan sistem open dumping dan beralih ke metode pengelolaan sampah yang lebih aman. Seperti sanitary landfill atau penutupan menggunakan bioplastik.
Di sisi lain, Jumhur mengapresiasi kerja keras tim gabungan yang berhasil menekan titik api di TPA Jatiwaringin hingga tersisa sekitar 3,6 persen.
“Saya salut kepada semua pihak yang mengawasi kegiatan teknis ini dari awal. Prinsipnya, at any way, at any cost, negara harus hadir melindungi manusia di atas segalanya,” tegasnya.
Untuk menuntaskan sisa titik api yang sebagian besar masih menimbulkan asap di sisi barat lokasi. Tim gabungan memanfaatkan citra satelit dan drone pemantau udara dengan dukungan Angkatan Udara.
Teknologi tersebut digunakan untuk memetakan titik panas yang berada di bawah timbunan sampah, sehingga proses pemadaman dapat dilakukan secara lebih tepat.
Jumhur juga mengingatkan seluruh petugas agar mengutamakan keselamatan kerja, terutama saat mengoperasikan alat berat di area TPA yang berpotensi memiliki rongga di bawah permukaan sampah.
“Kebakaran sampah ini berbeda karena api dan gas metana berada di bawah. Jika kondisi awan memungkinkan, kami akan mendorong BNPB melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan,” katanya.
Sementara itu, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid mengungkapkan kebakaran di TPA Jatiwaringin tidak melanda seluruh area pembuangan sampah. Dari total luas TPA sekitar 33 hektare, titik kebakaran hanya terjadi di sebagian area aktif.
Maesyal menjelaskan, luas area aktif TPA Jatiwaringin mencapai sekitar 27 hektare. Sementara itu, lokasi yang terdampak langsung oleh kebakaran diperkirakan seluas 15 hektare dan tidak menyebar ke seluruh kawasan TPA.
“Dari total luas lahan TPA Jatiwaringin yang mencapai 33 hektare, area aktif sampah seluas 27 hektare. Adapun lokus atau titik yang terdampak langsung oleh api kurang lebih 15 hektare dan posisinya tidak menyebar ke seluruh kawasan,” pungkas Maesyal. (iin)
