MYOH Setor Modal Rp270 Miliar ke Anak Usaha STI untuk Perkuat Permodalan

PT Samindo Resources Tbk (MYOH) menyetor modal Rp270 miliar ke anak usaha PT Sentra Terra Indonesia (STI) untuk memperkuat permodalan dan mendukung ekspansi properti. Simak analisis fundamental dan teknikal saham MYOH.

Sabtu, 21 Februari 2026 - 11:34 WIB
MYOH Setor Modal Rp270 Miliar ke Anak Usaha STI untuk Perkuat Permodalan
Sejumlah bidang usaha milik PT Samindo Resources Tbk (MYOH) (Dok Yes Invest)

HALLONEWS.ID – PT Samindo Resources Tbk (MYOH) melakukan penyertaan modal tunai sebesar Rp270 miliar kepada entitas anaknya, PT Sentra Terra Indonesia (STI).

Langkah ini ditempuh untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus mendukung kebutuhan modal kerja operasional anak usaha tersebut.

Corporate Secretary MYOH, Ahmad Zaki Natsir, menyampaikan bahwa transaksi dilaksanakan pada 11 Februari 2026 sebagai bentuk dukungan induk terhadap pengembangan bisnis entitas anak.

Penambahan modal tersebut ditujukan untuk memperkokoh fondasi keuangan STI agar mampu menjalankan aktivitas operasional dan rencana pengembangan usaha secara lebih optimal.

Manajemen menjelaskan bahwa nilai transaksi tidak melampaui 20 persen dari total ekuitas perseroan sehingga tidak tergolong sebagai transaksi material sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 17/POJK.04/2020.

STI sendiri merupakan entitas yang dimiliki langsung oleh MYOH dengan kepemilikan sebesar 99,9 persen, sehingga transaksi ini dikategorikan sebagai transaksi afiliasi.

Perseroan juga menegaskan bahwa aksi korporasi tersebut tidak mengandung benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK Nomor 42/2020.

Manajemen memastikan tidak terdapat perbedaan kepentingan ekonomis antara perseroan dengan direksi, komisaris, maupun pemegang saham utama yang dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan.

Penambahan modal ini diharapkan dapat memperkuat posisi STI sebagai entitas baru yang dibentuk dalam rangka strategi diversifikasi usaha.

Sebelumnya, perseroan mendirikan PT Sentra Terra Indonesia sebagai bagian dari ekspansi ke sektor properti. Dengan struktur permodalan yang lebih kuat, kontribusi STI terhadap kinerja konsolidasian MYOH diharapkan dapat meningkat dalam jangka panjang.

Tentang Perusahaan

PT Samindo Resources Tbk bergerak di bidang investasi jasa penambangan dan pertambangan batubara. Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada Mei 2000 dan menjalankan kegiatan usaha yang berfokus pada layanan pendukung industri pertambangan.

Saham MYOH berada di level 1.405. Dalam satu minggu terakhir harga saham menguat 0,72 persen, namun secara bulanan terkoreksi 1,06 persen dan dalam tiga bulan melemah 8,47 persen.

Dalam satu tahun terakhir saham turun 21,29 persen, sementara dalam tiga tahun tercatat melemah 6,02 persen dan dalam lima tahun naik 6,84 persen.

Analisis Yes Invest

Dari sisi fundamental, laba bersih tahunan yang dianualisasi menunjukkan fluktuasi dalam lima tahun terakhir. Pada 2021 laba bersih tercatat sebesar 385 miliar rupiah, kemudian menurun menjadi 209 miliar rupiah pada 2022. Pada 2023 laba meningkat menjadi 282 miliar rupiah, lalu kembali turun menjadi 252 miliar rupiah pada 2024 dan 249 miliar rupiah pada 2025.

Secara valuasi, saham saat ini diperdagangkan dengan price to earnings ratio sebesar 12,48 kali.

Dari sisi teknikal, saham bergerak dalam tren menurun sejak Maret 2025. Saat ini harga berada di area uji supply dan demand pada kisaran 1.355–1.295, dengan support terdekat di 1.295 dan resistance terdekat di 1.500. Pergerakan harga yang masih berada di bawah moving average 20 mengindikasikan tekanan jual masih dominan sehingga potensi pelemahan jangka pendek hingga menengah masih terbuka. (Hendeka Putra / Research Analyst Yes Invest)

 

Disclaimer
Artikel ini merupakan produk jurnalistik Hallo News yang disusun berdasarkan informasi, data, dan narasumber yang dianggap kredibel pada saat penulisan. Seluruh konten disajikan untuk tujuan informasi dan edukasi, serta bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau nasihat untuk membeli, menjual, maupun menahan instrumen investasi atau produk keuangan tertentu.

Segala keputusan yang diambil pembaca berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi pembaca. Hallo News tidak bertanggung jawab atas segala bentuk keuntungan maupun kerugian yang mungkin timbul sebagai akibat dari penggunaan informasi dalam artikel ini.