Netanyahu Sebut Iran Makin Lemah, Puji Kerja Sama Israel-AS

Netanyahu menyebut Iran semakin melemah di tengah perang, sekaligus memuji kolaborasi Israel-AS yang disebut belum pernah terjadi sebelumnya.

Jumat, 20 Maret 2026 - 9:41 WIB
Netanyahu Sebut Iran Makin Lemah, Puji Kerja Sama Israel-AS
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat memberikan pernyataan terkait konflik dengan Iran. Foto: Sky News for Hallonews

HALLONEWS.ID – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan Iran kini berada dalam kondisi yang jauh lebih lemah di tengah konflik yang terus berlangsung di kawasan Timur Tengah.

Dalam pernyataannya, Netanyahu menegaskan bahwa posisi Israel justru semakin kuat, bahkan menyebut perubahan di kawasan terjadi secara drastis.

“Timur Tengah telah berubah hingga tak dapat dikenali lagi. Israel kini lebih kuat dari sebelumnya, sementara Iran lebih lemah dari sebelumnya,” ujarnya seperti dikutip Sky News, Jumat (20/3/2026).

Aliansi Israel–AS Disebut Bersejarah

Netanyahu juga menyoroti kedekatan hubungan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dinilainya mencapai level yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Menurutnya, kolaborasi antara kedua negara menjadi faktor penting dalam dinamika konflik saat ini.

“Kami telah membawa Amerika Serikat dalam kerja sama yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah,” kata Netanyahu.

Ia bahkan menyebut hubungan pribadinya dengan Trump sebagai salah satu kunci kekuatan aliansi tersebut.

Perang akan Berlanjut

Terkait durasi konflik, Netanyahu menegaskan bahwa operasi militer akan terus berlangsung selama dianggap diperlukan.

“Perang ini akan berlangsung selama yang dibutuhkan. Masih banyak yang harus diselesaikan,” katanya.

Namun demikian, ia juga mengisyaratkan bahwa konflik bisa berakhir lebih cepat dari perkiraan publik.

Iran Laporkan Ribuan Korban

Di sisi lain, pemerintah Iran melalui media resminya melaporkan dampak besar akibat serangan yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat.

Berdasarkan klaim yang disampaikan oleh lembaga Bulan Sabit Merah Iran, lebih dari 18.000 warga sipil dilaporkan mengalami luka-luka, termasuk ribuan perempuan dan anak-anak.

Kepala Bulan Sabit Merah Iran, Pirhossein Kolivand, menyebut ratusan anak menjadi korban jiwa, dengan puluhan di antaranya masih berusia di bawah lima tahun.

Selain korban manusia, kerusakan juga dilaporkan meluas hingga ke infrastruktur sipil, termasuk ratusan sekolah dan fasilitas kesehatan.

Namun, angka tersebut belum dapat diverifikasi secara independen oleh pihak luar.

Serangan Ladang Gas Jadi Sorotan

Netanyahu juga menanggapi isu serangan terhadap ladang gas South Pars di Iran, yang merupakan salah satu sumber energi terbesar di dunia.

Ia menegaskan bahwa Israel bertindak secara mandiri dalam operasi tersebut, meski komunikasi dengan Washington tetap terjalin.

“Israel bertindak sendiri terhadap fasilitas gas tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, laporan lain menyebut bahwa Israel sempat memberi pemberitahuan kepada AS sebelum serangan dilakukan, meski hal ini belum sepenuhnya dikonfirmasi secara resmi. (ren)