Netanyahu Umumkan Fase Baru Perang Iran, Israel Siapkan Banyak Kejutan
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan negaranya telah menyiapkan strategi baru dengan “banyak kejutan” dalam fase lanjutan perang melawan Iran. Militer Israel mengklaim telah melancarkan ribuan serangan sejak konflik pecah.

HALLONEWS.ID – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali melontarkan peringatan keras kepada Iran saat konflik kedua negara memasuki pekan kedua.
Dalam pidato yang disiarkan televisi nasional pada Sabtu (7/3/2026) waktu setempat, Netanyahu menegaskan Israel telah menyiapkan strategi lanjutan dengan berbagai “kejutan” untuk tahap berikutnya dalam perang tersebut.
Ia menyebut operasi militer Israel telah dirancang secara sistematis dan akan terus berkembang seiring berjalannya konflik.
“Kami memiliki rencana yang terorganisir dengan banyak kejutan untuk fase berikutnya dari perang ini,” kata Netanyahu dalam pidatonya seperti dilansir Sky News.
Dalam pernyataan yang cukup tajam, Netanyahu juga mengirim pesan langsung kepada Garda Revolusi Iran bahwa pasukan elite Iran tersebut juga menjadi sasaran operasi militer Israel.
Ia bahkan memberikan ultimatum kepada pasukan Iran yang terlibat dalam konflik.
“Siapa pun yang meletakkan senjatanya tidak akan berada dalam bahaya. Siapa pun yang tidak melakukannya, darahnya berada di tangannya sendiri,” tegas Netanyahu.
Ribuan Serangan Dilancarkan ke Iran
Di lapangan, militer Israel melalui Israel Defense Forces mengklaim telah melakukan operasi militer besar-besaran sejak konflik pecah.
Juru bicara militer Israel Effie Defrin menyebut sekitar 3.400 serangan telah dilancarkan ke berbagai target di Iran.
Serangan tersebut diklaim berhasil melumpuhkan lebih dari 150 sistem pertahanan udara Iran.
Selain itu, Israel juga disebut telah menjatuhkan sekitar 7.500 amunisi ke berbagai sasaran yang dianggap sebagai fasilitas militer penting.
“Kampanye ini mungkin akan berlangsung cukup lama, tetapi langkah ini diperlukan untuk menghilangkan ancaman,” ujar Defrin.
Infrastruktur Energi Teheran Jadi Target
Dalam serangan terbaru, militer Israel mengaku menargetkan kompleks penyimpanan bahan bakar di ibu kota Iran, Teheran.
Israel menuding fasilitas tersebut dimanfaatkan oleh militer Iran untuk mendukung operasi pertahanan dan distribusi energi bagi berbagai unit militer.
Militer Israel menyebut serangan itu sebagai bagian dari strategi untuk melemahkan kemampuan militer Iran secara bertahap.
“Ini adalah langkah tambahan untuk memperdalam kerusakan terhadap infrastruktur militer Iran,” demikian pernyataan resmi militer Israel.
Konflik Meluas hingga Lebanon
Eskalasi konflik juga berdampak pada wilayah Lebanon, yang selama ini menjadi basis kelompok sekutu Iran.
Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan sedikitnya 12 orang tewas dalam beberapa serangan udara yang terjadi pada Sabtu (7/3/2026).
Lima orang dilaporkan tewas di kota Tefahta, sementara tiga korban lainnya meninggal dalam serangan terpisah di distrik Tyre.
Serangan lain juga terjadi di kawasan Raouche, ketika sebuah drone Israel menghantam kamar di Ramada Hotel Beirut Raouche.
Serangan tersebut menewaskan empat orang dan melukai sekitar 10 lainnya.
Militer Israel menyatakan operasi itu menargetkan komandan cabang Lebanon dari Pasukan Quds milik Garda Revolusi Iran.
Oposisi Israel Desak Serangan Lebih Besar
Di tengah konflik yang semakin memanas, pemimpin oposisi Israel Yair Lapid mendorong pemerintah untuk meningkatkan tekanan terhadap Iran.
Lapid meminta Israel menyerang sektor energi Iran, termasuk ladang minyak dan infrastruktur ekspor energi di Pulau Kharg.
Menurutnya, menghancurkan pusat energi Iran dapat melumpuhkan ekonomi negara tersebut.
“Perang ini harus berakhir ketika rezim Iran tumbang, fasilitas nuklir dihancurkan, industri rudal balistik dimusnahkan, dan Hizbullah di Lebanon dilumpuhkan,” tulis Lapid dalam unggahan di media sosial. (ren)
