Paus Leo: Era Tanpa Konflik Bukan Hal Mustahil

Paus Leo XIV menegaskan dunia tanpa konflik bukan hal yang mustahil. Dalam pesannya pada pertemuan internasional di Chicago, ia menekankan kekuatan doa lintas agama dan kerja sama global untuk membangun perdamaian.

Minggu, 8 Maret 2026 - 7:00 WIB
Paus Leo: Era Tanpa Konflik Bukan Hal Mustahil
Paus Leo XIV menyampaikan pesan perdamaian kepada peserta Pertemuan Internasional untuk Perdamaian dan Rekonsiliasi di Universitas Loyola Chicago, Sabtu (7/3/2026). Foto: Vatican Media for Hallonews

HALLONEWS.ID – Pemimpin Gereja Katolik dunia Paus Leo XIV menyatakan bahwa dunia tanpa konflik bukanlah sesuatu yang mustahil.

Pesan tersebut disampaikan dalam surat yang ia kirimkan kepada peserta Pertemuan Internasional untuk Perdamaian dan Rekonsiliasi yang berlangsung di Universitas Loyola Chicago, di Chicago, pada Sabtu (7/3/2026).

Dalam pesannya, Paus Leo mengingatkan bahwa perdamaian sejati tidak sekadar berarti tidak adanya konflik, tetapi merupakan anugerah yang harus diupayakan bersama.

“Perdamaian sejati bukan sekadar ketiadaan konflik, melainkan anugerah Tuhan,” tulis Paus Leo dalam pesan yang disampaikan melalui Vatikan seperti dilansir Vatican News.

Ia menegaskan bahwa perdamaian tidak dapat dipaksakan melalui kekerasan atau tipu daya, melainkan harus dibangun melalui iman, dialog, dan kerja sama antarmanusia.

Perdamaian Membutuhkan Kerja Sama Dunia

Dalam pesannya kepada peserta konferensi, Paus Leo menekankan bahwa terciptanya perdamaian membutuhkan keterlibatan komunitas internasional.

Menurutnya, kerja sama lintas disiplin menjadi kunci untuk membangun dunia yang lebih damai.

“Keterlibatan dan komitmen komunitas internasional demi kebaikan bersama sangat diperlukan,” kata Paus Leo.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara lembaga, organisasi, ilmuwan, dan para pemimpin di berbagai bidang.

Kolaborasi tersebut, menurutnya, dapat membantu merumuskan solusi nyata terhadap berbagai konflik yang terjadi di dunia.

Perdamaian adalah Perjalanan Rekonsiliasi

Selain kerja sama global, Paus Leo menegaskan bahwa perdamaian merupakan perjalanan rekonsiliasi yang harus terus dilakukan.

Rekonsiliasi itu, kata dia, tidak hanya dengan sesama manusia tetapi juga dengan Tuhan, diri sendiri, dan alam semesta.

“Perdamaian adalah perjalanan rekonsiliasi yang terus-menerus, dengan Tuhan, dengan diri kita sendiri, dengan orang lain, dan dengan ciptaan,” tulisnya.

Kekuatan Doa Lintas Agama

Paus Leo juga menyoroti pentingnya peran doa lintas agama dalam membangun perdamaian dunia.

Menurutnya, ketika orang-orang dari berbagai tradisi agama berkumpul dalam doa, hal tersebut memiliki kekuatan besar.

“Ketika orang-orang dari berbagai tradisi agama berkumpul dalam doa, doa itu memiliki kekuatan untuk mengubah jalannya sejarah,” kata Paus Leo.

Ia juga mengingatkan bahwa banyak orang sering tergoda untuk percaya bahwa dunia tanpa konflik adalah sesuatu yang mustahil.

Namun menurutnya, harapan akan perdamaian harus terus dipelihara.

Pertemuan Internasional di Chicago

Pertemuan internasional tersebut mempertemukan mahasiswa, profesor, dan para pakar dari berbagai negara di kawasan Amerika.

Forum ini bertujuan mencari langkah konkret untuk membangun perdamaian dan rekonsiliasi di tengah meningkatnya konflik global.

Acara ini diselenggarakan oleh Universitas Loyola Chicago bersama Komisi Kepausan untuk Amerika Latin sebagai bagian dari “Inisiatif Membangun Jembatan” yang diluncurkan oleh Paus Fransiskus pada 2022.

Pertemuan tersebut dipimpin oleh Mgr Blase Cupich, Uskup Agung Chicago.

Para peserta membahas berbagai tema penting, antara lain hubungan antara perdamaian dan gereja, hukum dan migrasi, ekonomi, seni dan budaya, serta tantangan keadilan di era kecerdasan buatan.

Pertemuan ini dijadwalkan ditutup dengan sambutan dari Emilce Cuda, yang mewakili Komisi Kepausan untuk Amerika Latin. (ren)