Perang Hari ke-19: Iran Luncurkan Rudal Multi-Hulu Ledak, Israel dan Teluk Diserang
Iran meluncurkan rudal canggih ke Israel dan kawasan Teluk sebagai balasan atas tewasnya pejabat tinggi. Konflik kian meluas dan memicu kekhawatiran global.

HALLONEWS.ID – Konflik Iran-Israel memasuki fase yang semakin mematikan. Iran meluncurkan serangan rudal canggih ke wilayah tengah Israel pada Rabu (18/3/2026) dini hari, menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai sejumlah lainnya.
Serangan ini merupakan balasan atas tewasnya dua pejabat tinggi Iran dalam operasi militer Israel sehari sebelumnya.
Menurut laporan otoritas Israel, serangan menghantam wilayah Ramat Gan di Israel tengah. Layanan medis setempat melaporkan korban jiwa dan sejumlah korban luka yang masih dirawat.
Iran mengonfirmasi penggunaan rudal dengan teknologi multi-hulu ledak, termasuk Khorramshahr-4 dan Qadr, yang dirancang untuk menembus sistem pertahanan udara berlapis milik Israel.
Serangan tersebut diklaim sebagai respons langsung atas tewasnya Gholam Reza Soleimani dan Ali Larijani dalam serangan Israel di Teheran.
Konflik Meluas ke Negara Teluk
Tak hanya Israel, Iran juga melancarkan serangan ke sejumlah negara di kawasan Teluk.
Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Irak melaporkan serangan udara yang berhasil dicegat sebagian.
Arab Saudi menyebut telah menembak jatuh rudal balistik yang mengarah ke sekitar Pangkalan Udara Pangeran Sultan—lokasi penting bagi militer AS.
Di Uni Emirat Arab, proyektil Iran dilaporkan jatuh di dekat pangkalan militer, sementara di Irak, serangan menghantam kompleks Kedutaan Besar AS di Baghdad.
Israel Serang Balik hingga Lebanon
Di sisi lain, Israel memperluas operasi militernya ke Lebanon dengan menargetkan wilayah yang diklaim sebagai basis Hizbullah.
Serangan udara di Beirut menewaskan sedikitnya enam orang dan melukai puluhan lainnya, sementara serangan di wilayah Nabatiyeh juga menimbulkan korban jiwa.
Operasi darat terbatas yang dilakukan Israel disebut bertujuan menciptakan zona penyangga keamanan di perbatasan utara.
Korban Terus Bertambah
Perang yang telah berlangsung sejak akhir Februari ini terus menelan korban.
Iran mengklaim lebih dari 1.300 orang tewas, termasuk ratusan perempuan dan anak-anak. Di Israel, jumlah korban tewas mencapai 14 orang, sementara Amerika Serikat melaporkan 13 personel militernya tewas di kawasan.
Di Lebanon, lebih dari satu juta warga dilaporkan mengungsi akibat eskalasi konflik.
Ancaman Global: Energi dan Ekonomi
Ketegangan juga berdampak pada jalur energi global. Iran menegaskan tidak akan melepas kendali atas Selat Hormuz—jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.
Akibatnya, harga minyak mentah Brent melonjak di atas 100 dolar AS per barel, meningkat sekitar 40 persen sejak konflik dimulai.
Kondisi ini memicu kekhawatiran global akan krisis energi dan gangguan ekonomi yang lebih luas. (ren)
